Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Puasa merupakan satu ibadah yang termasuk ke dalam rukun Islam. Sehingga ibadah ini wajib dijalankan oleh setiap Muslim.
Tetapi, ada sebagian anggota keluarga Muslim yang tidak menjalankan puasa karena uzur, semisal lansia. Ia kemudian meninggal dan masih memiliki utang puasa.
Bagaimana puasa dari orang yang meninggal tersebut? Apakah utang puasa itu hilang karena meninggal?
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, suatu ketika Rasulullah Muhammad SAW pernah ditanya seorang wanita mengenai ibunya yang meninggal dalam keadaan masih punya utang puasa nazar. Kepada Rasulullah, wanita itu bertanya apakah ia boleh mengqadha puasa atas nama ibunya.
Rasulullah menjawab, " Berpuasalah sebagai ganti ibumu (suumiy 'an ummiki)."
Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah bersabda, " Barangsiapa meningga dunia dalam keadaan masih menanggung puasa, maka walina berpuasa atas namanya."
Dua hadits ini membolehkan seseorang mengqadha puasa orang yang meninggal dunia.
Selain mengqadha, puasa orang yang meninggal dapat diganti dengan fidyah. Besarannya satu mud atau sekitar enam ons bahan makanan pokok diambil dari harta peninggalan si mayit, kemudian disedekahkan kepada fakir miskin.
Meski dapat diganti, hal ini bukan berarti sebuah jalan yang memudahkan seseorang meninggalkan puasa. Penggantian tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan tingginya kedudukan ibadah puasa dalam Islam.
(Ism, Sumber: islami.co)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya