Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Kemenag.go.id)
Dream - Di era media sosial ini, berbagai macam hadis kerap bertebaran. Tak jarang, hadis yang disebar tak sesuai konteks masalah yang dihadapi.
Melihat fenomena tersebut, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengajak masyarakat teliti dalam menyaring (takhrij) hadis-hadis pihan. Lukman meminta metode takhrij direvitalisasi.
"Tradisi hadis mengajarkan kepada kita bahwa setiap teks harus dibaca dalam konteksnya, membaca teks dan menempatkannya dalam kontes lain sering mengakibatkan hilangnya pesan utama," kata Lukman, dikutip Dream dari laman kemenag.go.id. Senin, 16 April 2018.
Saat membuka seminar International Conference on Islamic Studies (ICONICS) yang bertema Islamic Civilization in The Digital Age di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Lukman juga berharap ulama dan akademisi ilmu keislaman dapat proaktif berdakwah di dunia maya. Sebab, dia menyadari, wacana yang berkembang di dunia nyata dipengaruhi diskursus dan wacana yang berkembang di dunia maya.
Lukman yakin peradaban Islam Indonesia dapat dapat memberi perubahan melalui dakwah di dunia maya. Sebab, menyesuaikan perubahan zaman. “Tanpa menimbulkan kerusakan terhadap peradaban Islam itu sendiri,” ujar dia.
“Itulah mengapa kita merasa patut mengklaim sebagai pengembang peradaban Islam wasatiyah, Islam yang memberikan berkah bagi sesama umat manusia (Islam rahmatan lil 'alamin),” kata dia.
Lukman mengatakan konferensi semacam ini dapat memberikan inspirasi kepada peradaban dunia yang damai, dengan sinergi peradaban klasik dan modern.
“Saya berharap bahwa acara ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada terbentuknya peradaban dunia yang lebih damai. Adalah tugas kita semua untuk mempromosikan peradaban Islam kita yang damai tersebut kepada masyarakat dunia internasional,” ujar dia.
Kegiatan seminar internasional bertajuk “International Conference on Islamic Studies (ICONICS) 2018”, dengan tema: “Islamic Civilization in the Digital Age” diselenggarakan sejak 16 hingga 17 April 2018 di Kampus UMJ Jalan KH. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat.
(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
