Menteri Agama Protes Google

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 2 September 2015 19:00
Menteri Agama Protes Google
"Google harus mempunyai kebijakan tegas terhadap konten-konten negatif dengan tidak memunculkan link-link negatif diurutan paling atas," katanya.

Dream - Menteri Agama meminta mesin pencari dunia maya di dunia Google untuk tidak menaruh konten-konten negatif di urutan teratas. 

Pesan itu disampaikan Menag saat berbicara di acara Workshop Kreator Konten dengan tujuan menyebarkan pesan damai di dunia maya, Selasa, 1 September 2015 di Hotel Fairmont Jakarta.

“ Google harus mempunyai kebijakan tegas terhadap konten-konten negatif. Google seharusnya juga tegas tidak memunculkan link-link negatif diurutan paling atas,” katanya.

Dalam acara yang diselenggarakan Wahid Institute dan Google Indonesia itu, Menag kemudian bercerita tentang pengalaman pribadinya saat dirinya mencoba mencari konten dengan kata kunci “ Qital”. Ketika itulah dirinya mendapatkan konten sekaligus gambar-gambar yang menyeramkan berbalut panji-panji Islam diurutan teratas.

“ Tentu konten-konten tersebut memiliki dampak yang kurang baik bagi generasi muda. Apalagi mereka seringnya hanya membuka konten yang paling atas, tidak mau mencari hingga ke bawah untuk perbandingan,” katanya dikutip Dream dari nu.or.id .

Menag menjelaskan, bahwa konten-konten negatif yang dimaksud dirinya ialah konten yang menjurus pada radikalisme dan ekstrimisme yang mengatasnamakan agama. Dia menemukan konten-konten seperti itu dalam bentuk berita, gambar, ataupun video di You Tube.

Menurutnya pelbagai hal yang berkaitan mengenai esensi agama harus menebarkan kebajikan dan memanusiakan manusia. “ Sebab itu, deradikalisasi bukan upaya melemahkan agama seperti anggapan mereka, melainkan mencegah mental intoleran dan ekstrimisme,” paparnya.

Menag mengingatkan generasi muda jika internet tidak bisa menjelaskan teks. Untuk itu, dia mengingatkan jika generasi muda harus tetap belajar kepada kiai, ustadz, maupun guru sehingga teks-teks agama tidak dipahami secara instan. (Ism) 

Beri Komentar