Menag: Moratorium Haji Timbulkan Masalah Baru

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 24 Maret 2015 13:46
Menag: Moratorium Haji Timbulkan Masalah Baru
Lukman menilai jumlah jamaah haji akan membludak ketika moratorium dicabut.

Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan tidak sepakat jika diberlakukan moratorium bagi jamaah haji. Dia menilai moratorium justru menimbulkan masalah baru nantinya.

“ Banyak pandangan yang menghendaki moratorium pendaftaran haji. Tapi sebenarnya itu juga tidak memecahkan masalah, justru akan menimbulkan anak persoalan baru ketika moratorium itu dicabut maka kemudian akan membludak,” ujar Lukman di Jakarta, Senin, 24 Maret 2015.

Lukman mengatakan langkah paling efektif adalah dengan memprioritaskan jamaah yang belum pernah berhaji. Hal itu dilakukan melalui seleksi ketat sejak pendaftaran.

“ Jadi yang berkewajiban (belum pernah berhaji) itu yang harus didahulukan. Karena mereka yang sudah pernah berhaji, sebenarnya kewajibannya sudah gugur, sifatnya sunah saja,” jelas Lukman.

Sehingga, terang dia, mereka yang hendak memenuhi kewajiban harus mendapat perhatian paling besar. “ Perkara yang sunah tidak boleh mendahului perkara yang wajib. Yang wajib harus diutamakan,” tambahnya.

Hal itu dibenarkan oleh Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) Syamsul Maarif. Pemberian prioritas bagi jamaah yang baru pertama kali berhaji dapat mengurangi padatnya daftar calon jamaah haji.

" Sebab saat ini antrean haji di sejumlah daerah telah mencapai belasan tahun," kata dia.

Lebih lanjut, Syamsul mengungkapkan kebijakan ini perlu segera dilakukan meski ada konsekuensi naiknya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Jika masih menggunakan sistem moratorium, hal itu dapat berdampak pada hilangnya dana optimalisasi bagi jamaah haji.

" Artinya, yang berhak haji adalah orang benar-benar sudah siap secara finansial," ungkapnya.

 

Beri Komentar