Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Maliq menyatakan umat Muslim tidak perlu merasa khawatir hidup di Inggris. Meski sebagai kelompok minoritas, umat Islam di Inggris tidak akan mendapat perlakuan yang diskriminatif.
Pernyataan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Islamic Intellectual Forum IV. Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Keluarga Masjid (DKM) Universitas Padjadjaran Bandung.
Dikutip dari laman Unpad.ac.id, Selasa, 24 Maret 2015, Moazzam mengatakan jumlah Muslim di Inggris hanya sebesar lima persen dari total populasi penduduk. Kebanyakan dari mereka masih berusia muda dan memiliki tingkat kelahiran cukup tinggi ketimbang komunitas lain.
Di samping itu, kata Moazzam, kaum Muslim di Inggris bebas menjalankan kegiatan mereka. Menurut dia, pemerintah tidak memberikan larangan bagi kaum Muslim untuk mengenakan simbol-simbol Islam seperti hijab pada wanita.
Perkataan Moazzam disambut dengan rasa antusias yang tinggi dari para peserta. Mereka kemudian lantas bertanya bagaimana caranya bisa menjalankan studi di Inggris.
"Kerja keras, giat belajar, jadi pemimpin, ubah negaramu," pesan Moazzam yang seorang Muslim ini.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari