Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan takkan pernah membuat prioritas haji kepada siapapun terkait kuota haji. Dia memastikan keberangkatan calon jemaah haji tetap mengikuti aturan dan nomor porsi yang ada.
" Presiden sekalipun tidak ada jatah sama sekali, karena saya harus menerapkan keadilan. Keadilan itu harus berlaku sama, tidak ada yang mendapat jatah. Keadilan itu siapa yang mendaftar lebih dulu, dia yang mendapat lebih dulu," ujar Lukman dikutip dari laman kemenag.go.id, Jumat 20 April 2018.
Lukman mengatakan, Kementerian Agama telah bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghindari kecurangan terkait kuota haji.
Dia mengatakan penggunaan kuota haji tidak sesuai dengan aturan akan menimbulkan ketidakadilan bagi jemaah lain.
" Jadi jumlah kuota yang ada tidak digunakan oleh orang yang tidak berhak. Yang bisa menggunakan adalah mereka yang sudah mempunyai nomor porsi dan sudah mendaftar. Sifatnya urut kacang," ucap dia.
Sekedar informasi, Kementerian Agama saat ini telah mengeluarkan kebijakan baru mengenai pengganti calon jemaah haji wafat.
Kebijakan itu dikeluarkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 148, tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) Reguler Tahun 1439 H/2018 M.
" Mulai tahun ini, porsi calon jemaah haji yang wafat sebelum berangkat ke Arab Saudi, bisa digantikan oleh keluarganya," ujar Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ahda Barori.
(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?