10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Truk Penyimpanan Mayat (Foto: Daily Mail/Reuters)
Dream - Melonjaknya gelombang pasien Covid-19 di New York, Amerika Serikat, sejak musim semi, melahirkan problematika baru bagi tim medis.
Hampir 700 mayat korban terinfeksi Covid-19 dikabarkan tersimpan begitu saja di dalam truk penyimpanan mayat.
Terbengkalainya mayat-mayat di rumah sakit ini disebabkan penuhnya kamar mayat usai adanya lonjakan jumlah pasien Covid-19.
Menurut The Wall Street Journal, kurang lebih 650 mayat masih disimpan di armada truk freezer yang terpakir di sepanjang tepi pantai Brooklyn.
Menurut laporan, sebagian besar jenazah yang tersimpan adalah pasien yang tidak mampu melakukan penguburan.
Seorang juru bicara mengatakan, ketika petugas berhasil menghubungi kerabat, pihak keluarga memilih untuk menyimpan jenazah di truk freezer karena alasan keuangan.
Penumpukan jenazah bahkan sudah terjadi sejak bulan April lalu, ketika New York berada dipuncak penyebaran virus Covid-19 yang sangat masif, hingga membuat pemerintah harus melakukan lockdown kota ini.
Di bulan April rumah sakit mencatat ada lebih dari 83.000 pasien terinfeksi dengan jumlah kematian mencapai 1.941.
Sementara di bulan September hingga November, rata-rata rumah sakit mencatat kasus baru yang kian tinggi. Totalnya rumah sakit sudah menerima 1.112 pasien.
Ruang rawat inap di New York juga telah mencapai 60.547 pasien dengan rata-rata pertumbuhan pasien 3,07 persen setiap minggunya.
Berdasarkan fakta di lapangan, Gubernur Andrew Cuomo mengungkap, masifnya virus Covid-19 membuat kesempatan pasien makin kecil untuk bisa bernafas secara normal tanpa alat bantu (ventilator).
Untuk mencegah penumpukan jenazah, pihak rumah sakit dan pemerintah menjadwalkan rata-rata 24 jenazah akan dimakamkan di pemakaman umum Kota New York, di pulau Hart, Bronx.
Setelah laporan tersebut dirilis, Walikota Bill de Blasio kemudian membantah dan berjanji tak akan menjadikan pulau Hart sebagai tempat pemakaman masal jenazah Covid-19.
Hingga kini pemerintah kota New York masih terus mencari solusi untuk mengurai penumpukan mayat di kota New York.
Sumber: Daily Mail
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli