Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
(Foto: Shutterstock)
Dream - Pemakai hijab bisa berbahagia karena setiap tanggal 1 Februar telah ditetapkan sebagai peringatan World Hijab Day. Tujuannya sederhana, yakni memperkenalkan hijab kepada seluruh umat beragama di dunia.
Perayaan itu awalnya dicetuskan oleh seorang Muslimah di New York bernama Nazma Khan. Enam tahun yang lalu, ia melakukan percobaan untuk menawari orang lain dari latar belakang agama yang berbeda untuk mencoba memakai hijab atas nama solidaritas.

Sejak saat itu, peringatan World Hijab Day rutin dilakukan di berbagai daerah. Salah satunya yang diadakan oleh komunitas muslim di Ontario, Kanada.
Acaranya diadakan di salah satu sekolah Islam yang berada di St. Catherines, yakni Mac-Nis Islamic School. Disana, masyarakat umum bisa mengenal Islam lebih dekat. Tak hanya dari kebudayaan, namun juga pengetahuan mengenai hijab.

Pengunjung diperbolehkan untuk mencoba hijab. Mereka boleh memilih hijab dengan motif dan warna yang diinginkan. Sebagai kenang-kenangan, mereka juga akan difoto dan diperbolehkan membawa pulang hijabnya.
Panitia juga bersedia menjawab berbagai macam pertanyaan yang diajukan oleh pengunjung. Hal ini dilakukan guna menjawab rasa penasaran masyarakat non Muslim terhadap Islam.
" Masyarakat umum diharapkan lebih mengenal Islam lebih lanjut, baik dari segi kepercayaan dan kebudayaan. Ini mengenai pengertian yang lebih baik, sebuah dunia yang damai," tutur Bilkis Al-Haddad, selaku penyelenggara seperti dilansir dari laman St. Chaterine Standard.

Tak hanya seputar hijab, acara ini juga menyediakan berbagai makanan khas Timur Tengah. Pengunjung bisa mencicipi samosa, butter chicken dan juga nasi. Hasil penjualan dari makanan akan digunakan untuk memperbaiki bagian sekolah yang rusak akibat kebocoran pipa.
Ini bukan pertamakalinya komunitas tersebut mengadakan perayaan World Hijab Day. Tiga tahun yang lalu, sebanyak 200 hijab sukses dijajal habis oleh pengunjung. Jumlah tersebut masih kurang dibandingkan dengan pengunjung yang datang, yakni sekitar 300 orang.
(Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam