Nadiem Makarim Sepakat Dosen Dibebaskan dari Jurnal Ilmiah Internasional

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 21 Februari 2020 12:00
Nadiem Makarim Sepakat Dosen Dibebaskan dari Jurnal Ilmiah Internasional
Selama ini, indeks jurnal ilmiah internasional menjadi momok bagi para dosen.

Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, sepakat dengan usulan membebaskan perguruan tinggi dari beban keterikatan dengan jurnal ilmiah terindeks internasional. Ususlan itu sejalan dengan visi Kemendikbud.

" Ini memang searah dengan merdeka belajar," ujar Nadiem dikutip dari Liputan6.com, Jumat 21 Februari 2020.

Tetapi, Nadiem tidak bisa menjanjikan adanya kebijakan terkait usulan itu. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing universitas. " Secara spesifik adalah otonomi universitas untuk menentukan itu," kata Nadiem.

Selain itu, Nadiem juga punya pandangan universitas bisa merdeka secara finansial agar setiap kampus memiliki kewenangan secara otonom dalam mengangkat guru besar.

" Alasan pemerintah sama universitas saling nggak percaya karena universitas yang angkat guru besar, yang bayar nanti pemerintah. Itu harus kita pecahkan dulu, kalau nggak, bakal mentok terus," ucap dia.

Usulan mengenai kemerdekaan universitas dari indeks jurnal ilmiah internasional muncul salah satunya dari anggota Fraksi Gerindra, Djohar Arifin Husin. Dalam rapat dengar pendapat, Djohar menyarankan agar Kemendikbud membebaskan para dosen dari kewajiban indeks semacam Scopus, yang merupakan pangkalan data artikel ilmiah internasional.

" Jadi, selama ini kita wajib di sana (Scopus). Tapi kita kemarin berdiskusi akan membesarkan jurnal ilmiah dalam negeri, boleh luar negeri tapi tidak harus Scopus," terang Djohar.

Sumber: Liputan6.com/Yopi Makdori

1 dari 5 halaman

Menteri Nadiem Ungkap 'Tiga Dosa' Pendidikan Indonesia

Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkap, tiga dosa besar di pendidikan Indonesia.

" Satu adalah radikalisme diajarkan kepada anak-anak kita. Kedua kekerasan seksual. Ketiga, kekerasan, itu bully. Ini bisa terjadi antara dewasa pada anak. Bisa terjadi antar anak, dan lain-lain, anak dan komunitas," kata Nadiem, Kamis, 20 Februari 2020.

Tiga dosa tersebut dalam pandangan Nadiem, tidak bisa diberantas hanya dengan pendidikan karakter dan perubahan pola pikir semata. Dia menyebut, perlu tindakan tegas kepada pelaku.

" Ini yang saya secara pribadi merasa harusnya tidak ada toleransi sama sekali untuk tiga dosa ini. Itu opini saya," ujar dia.

 

2 dari 5 halaman

Pengawasan

Sebagai institusi yang bertanggung jawab atas proses pendidikan di Indonesia, Kemendikbud tentu dituntut untuk mengatasi tiga dosa tersebut.

" Apakah saya punya kekuatan atau kemampuan sebagai Kemendikbud untuk melakukan sesuatu mengenainya, mungkin," kata dia.

Dalam pengawasan terhadap proses pendidikan di Indonesia, Kemendikbud tidak bisa langsung mengintervensi ke lembaga pendidikan.

Sebab, menurut dia, cara itu merupakan tanggung jawab dinas pendidikan yang ada di daerah.

" Tapi kalau harus kita kaji dulu yang bisa kami lakukan. Terutama karena sekolah itu dan semua konsekuensi dipegang di Dinas Pendidikan di Pemerintah Daerah," jelas dia.


Sumber: 

3 dari 5 halaman

Nadiem Makarim Larang Penggunaan Plastik di Kemendikbud

Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, melarang penggunaan kantong plastik dan kemasan air minum sekali pakai di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran Nomor 12 Tahun 2019 tanggal 26 November 2019 tentang Larang Penggunaan Kemasan Air Minum Berbahan Plastik Sekali Pakai dan/atau Kantong Plastik di Lingkungan Kemendikbud.

Menurut laman resmi Kemendikbud, Nadiem meminta pejabat dan pegawai di kementeriannya tidak menggunakan bahan-bahan yang dapat menimbulkan sampah, seperti piring, gelas, kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai, dan/atau kantong plastik di lingkungan kerja masing-masing.

Di dalam pelaksanaan kegiatan rapat, sosialisasi, pelatihan, dan kegiatan sejenis di kantor, dia berharap pegawai tidak menggunakan pembungkus makanan atau kemasan minuman plastik. Selain itu, di setiap ruang kerja, ruang pertemuan, ruang rapat, aula harus tersedia dispenser dan atau teko air minum, dan gelas minum.

Nadiem mengimbau seluruh pegawai Kemendikbud meningkatkan penggunaan peralatan makan dan minum yang terbuat dari kaca, melamin, keramik, dan rotan.

Pegawai juga diharapkan membiasakan diri dengan penggunaan botol minum sebagai alat minum dan membawa alat makan pribadi. Aktivitas jual beli di area kantin Kemendikbud juga harus dapat meningkatkan penggunaan kantong yang dapat digunakan kembali.

Surat edaran tersebut juga mencantumkan imbauan agar mengurangi penggunaan spanduk, backdrop, baliho, dan media iklan lainnya yang berbahan plastik pada kegiatan rapat, sosialisasi, pelatihan, dan kegiatan sejenis lainnya.

Nadiem berharap, pimpinan tiap unit kerja diharapkan dapat melakukan sosialisasi terhadap pegawai di unit kerja masing-masing mengenai larangan penggunaan kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai dan/atau kantong plastik.

4 dari 5 halaman

Nadiem Makarim Gandeng Netflix

Dream - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kerja sama dengan layanan media streaming digital Netflix. Kerja sama ini ditempuh untuk meningkatkan pertumbuhan perfilman di Indonesia.

" Kami apresiasi Netflix yang memberikan dukungan terhadap pertumbuhan perfilman Indonesia. Kemitraan ini kita lakukan sebagai upaya mendukung dan menginternasionalkan produksi film anak bangsa," kata Mendikbud, Nadiem Makarim, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 9 Januari 2019.

Nadiem mengatakan, kerja sama dengan Netflix ini berfokus pada kemampuan kreatif, di antaranya, penulisan kreatif (creative writing), pelatihan pasca-produksi, serta undangan untuk mengirim konsep cerita film pendek.

Tidak hanya teknis pembuatan film, kerja sama juga mendukung upaya pelatihan bidang keamanan online serta tata kelola industri kreatif.

" Kami percaya, inovasi-inovasi yang terus dihasilkan Kemendikbud seperti ini akan mendorong tumbuhnya ekosistem kreatif Indonesia, memungkinkan pembuat film Indonesia untuk mengekspor lebih banyak produk kreatif ke luar negeri," kata dia.

5 dari 5 halaman

Film-film Indonesia

Kuek Yu-Chuang Managing Director, Netflix Asia Pacific, mengaku sangat terkesan dengan cerita-cerita film dari Indonesia yang ditayangkan di Netflix. Dengan kerja sama ini diharapkan akan ada lagi film yang mengangkat tema Indonesia.

" Kami percaya akan ada banyak cerita hebat yang dihasilkan dari Indonesia. Melalui inisiatif-inisiatif ini, kami ingin bisa berkontribusi pada pertumbuhan komunitas kreatif di Indonesia. Netflix juga berharap cerita-cerita tersebut bisa membawa tema-tema unik mengenai Indonesia dan dapat dinikmati oleh masyarakat dunia," ucap dia.

Dalam hal kemitraan ini, Kemendikbud dan Netflix akan membuat suatu workshop yang akan diikuti oleh 100 peserta dari penulis naskah film di Indonesia. Nantinya, 15 orang akan diberangkatkan ke Los Angeles, California.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar