Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Awan Di Mars Menyimpan Misteri (Foto: CNet)
Dream - Mars masih menjadi onjek menarik sekaligus penuh teka-teki bagi sejumlah ilmuwan. Baru-baru ini, robot pendaratan Mars milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) InSight dan penjelajah Curiositu mengirimkan pemandangan awan tipis.
Tetapi, awan tersebut bukan hujan yang terjadi di Mars. Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Victoria Hartwick, seorang mahasiswa pascasarjana di University of Colorado Boulder, awan misterius itu terbentuk di atmosfer tengah Mars, sekitar 30 kilometer di atas tanah.
" Awan tidak hanya terbentuk secara mandiri," kata Hartwick, dilaporkan CNet, Selasa, 18 Juni 2019.
" Awan itu membutuhkan sesuatu yang bisa mereka padukan."
Hartwick menduga, rahasia kemunculan awan tersebut berasal dari " asap meteorik" . Debu es yang terbentuk ketika batuan ruang angkasa terbang ke atmosfer planet.
Beberapa ton puing luar angkasa biasanya menabrak Mars setiap hari, kata Hartwick. Saat meteor meledak, debu beterbangan.
Di Bumi, partikel debu muncul sebagai biji uap air yang mengembun di sekitar untuk membentuk awan. Tindakan serupa bisa terjadi di Mars.
Para peneliti menjalankan simulasi komputer atmosfer Mars. Awan muncul dalam simulasi hanya ketika tim memasukkan meteor dalam perhitungan.
Tim menerbitkan temuannya padai Senin di jurnal Nature Geoscience.
Meneliti awan Mars dapat memberi tahu para ilmuwan lebih banyak mengenai interaksi atmosfer dengan iklimnya. Serta, memberi petunjuk tentang masa lalunya yang lebih hangat dan basah.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya