Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Hilangnya Jenazah PDP (Shutterstock)
Dream - Warga Kampung Mejerite, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur dihebohkan dengan kabar hilangnya jenazah berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.
Kondisi makam tempat jenazan pasien PDP itu tampak terbongkar dan jasad di liang lahat menghilang pada Sabtu 30 Mei 2020 lalu.
Dari empat makam PDP, hanya tersisa tiga makam yang kuburan dan jasadnya masih utuh.
Saat ini pihak berwajib telah menelusuri dimana dan kemana jenazah itu hilang ataupun dibawa.
Pelaksana Harian Sektetaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Barat, Ismail Surdi mengatakan, jasad PDP berinisial FN itu merupakan warga Desa Orong, Kecamatan Welak, Mabar.
“ Saat ini kami sedang telusuri kapan ambilnya, siapa yang ambil dan di mana keberadaannya sekarang. Nanti hasilnya akan kami informasikan,” tutur Ismail.
Kasus serupa tidak hanya terjadi di Mabar. Sebelumnya pun terjadi yang hampir mirip. Di mana ada orang yang mengambil jenasah PDP dari rumah sakit, tempat pasien dirawat terakhir.
Pengambilan paksa dan membawa kabur jenazah dari rumah sakit misalnya terjadi di RS Stellamaris Makassar, Minggu 7 Juni 2020 malam.
Meski aparat gabungan dari TNI dan Polri sempat memblokade, namun tetap tak bisa menghala massa yang berjumlah 150 orang.
Mereka membawa jenazah berstatus PDP dengan tandu tertutup kain sarung, dan menerobos berikade aparat berseragam TNI dan Polri.
Setelah berhasil menerobos berikade aparat, massa berjalan kaki membawa jenazah dengan menggunakan tandu hingga ke Jalan Lamaddukelleng yang berjarak sekitar 500 meter.
Jenazah yang diambil tersebut adalah pasien perempuan berusia kisaran 50 tahun lebih dengan status PDP.
(Sah, Sumber: florespos.id)

Dream - Warga Kampung Mejerite, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT dihebohkan dengan kabar hilangnya jenazah PDP corona.
Jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang telah dimakamkan di kampung itu kuburnya tampak terbongkar dan jenazahnya pun hilang pada Sabtu 30 Mei 2020 lalu.
Dari empat makam PDP, hanya tersisa tiga makam yang kuburan dan jasadnya masih utuh.

Saat ini pihak berwajib telah menelusuri dimana dan kemana jenazah itu hilang ataupun dibawa.
Pelaksana Harian Sektetaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Barat, Ismail Surdi mengatakan, jasad PDP berinisial FN itu merupakan warga Desa Orong, Kecamatan Welak, Mabar.

“ Saat ini kami sedang telusuri kapan ambilnya, siapa yang ambil dan di mana keberadaannya sekarang. Nanti hasilnya akan kami informasikan,” tutur Ismail.
Kasus serupa tidak hanya terjadi di Mabar. Sebelumnya pun terjadi yang hampir mirip. Di mana ada orang yang mengambil jenasah PDP dari rumah sakit, tempat pasien dirawat terakhir.
Pengambilan paksa dan membawa kabur jenazah dari rumah sakit misalnya terjadi di RS Stellamaris Makassar, Minggu 7 Juni 2020 malam.
Meski aparat gabungan dari TNI dan Polri sempat memblokade, namun tetap tak bisa menghala massa yang berjumlah 150 orang.
Mereka membawa jenazah berstatus PDP dengan tandu tertutup kain sarung, dan menerobos berikade aparat berseragam TNI dan Polri.
Setelah berhasil menerobos berikade aparat, massa berjalan kaki membawa jenazah dengan menggunakan tandu hingga ke Jalan Lamaddukelleng yang berjarak sekitar 500 meter.
Jenazah yang diambil tersebut adalah pasien perempuan berusia kisaran 50 tahun lebih dengan status PDP.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya