Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
© MEN
Dream - Motif terbaru dari pelaku pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu berinisial RS (37) warga Bayumanik, Semarang, terhadap anak kandungnya KA telah terungkap.
Diketahui sebelumnya pelaku telah menggunakan uang keluarga tanpa izin sang suami karena terjerat pinjaman online (pinjol) sebesar Rp38 juta.
Polisi mengungkap bahwa ada permasalahan yang lebih besar, yakni RS telah menghabiskan uang deposito suaminya senilai Rp1,25 miliar. Uang tersebut digunakan untuk belanja online dan berlibur bersama keluarga tanpa sepengetahuan suaminya.
" Jadi ada permasalahan yang lebih besar, pelaku dipercaya suaminya untuk memegang deposito senilai Rp1,25 miliar dan ternyata habis dipakai selama pemakaian 2019-2022," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lumbantoruan, dikutip dari Merdeka.com pada Rabu, 18 Mei 2022.
Donny menambahkan, uang tersebut merupakan tabungan bersama suami. Namun justru disalahgunakan untuk belanja online dan wisata bersama dengan dalih dapat promo.
" Dia membohongi suaminya seolah-olah liburan dengan harga promo, ternyata harga normal," imbuh Donny.
Setelah uang deposito ludes, pelaku pun kabur dengan mengajak anaknya untuk menginap di hotel pada Senin, 9 Mei 2022. Pelaku diketahui telah membunuh anaknya ketika terlelap tidur dengan dibekap mulut dan hidungnya.
Pelaku juga sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum air sabun dan melilit leher dengan handuk. Setelah mengetahui anaknya meninggal dunia. Namun aksinya gagal ketika petugas hotel mendapati aksinya.
Berdasarkan rekaman CCTV, dilaporkan tak ada pihak lain yang masuk ke kamar hotel, dengan demikian RS ditetapkan menjadi pelaku.
" Saat masuk, pihak hotel mendapati korban dan pelaku dalam keadaan telentang. Berdasar CCTV tak ada pihak lain yang masuk ke kamar. Sehingga RS lah pelakunya," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
