7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Saat Menyampaikan Materi Di Kazakhstan (Muhammadiyah.or.id)
Dream - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan nilai-nilai universal ajaran Islam kepada dunia. Ormas Islam ini menjadi duta Indonesia dalam mensyiarkan pesan-pesan Islam pada VI Congress of The Leaders of World & Traditional Religions di Kazakhstan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan, agama tidak menentang globalisasi. Islam bahkan mengajarkan umatnya untuk senantiasa memaknai era kemajuan.
" Islam secara konsisten menyerukan pesan universal yang tidak terbatas suku tertentu dan etnis, geografi dan daerah," ujar Haedar di hadapan para hadirin kongres, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 12 Oktober 2018.
" Islam telah menyerukan persaudaraan universal dan kerja sama antara orang-orang dari elemen penting dunia," lanjut dia.
Menurut Haedar, globalisasi mengandung dampak positif sekaligus negatif. Agama memiliki peran penting dalam menghadapi dampak yang muncul pada globalisasi.
" Agama harus tetap sebagai sumber dorongan untuk globalisasi yang akan membawa kebaikan bersama, tapi pada saat yang sama, harus berfungsi sebagai pengingat atau alarm bagi umat manusia untuk tidak terlibat dalam perbuatan yang merusak," terang Haedar.
Haedar menegaskan, globalisasi merupakan tanggung jawab seluruh umat manusia. Tanggung jawab tersebut tidak bisa hanya diserahkan kepada para pemimpin maupun pemuka agama.
" Muhammadiyah mendesak anggotanya dan Muslim di seluruh dunia untuk selalu melakukan ijtihad menghadirkan Islam yang berkemajuan, dan sesuai dengan kebutuhan modernitas saat ini, serta mencegah bencana efek samping dari globalisasi yang terjadi," kata Haedar.
Congress of The Leaders of World & Traditional Religions merupakan forum pertemuan rutin para pemuka agama dari 82 negara di seluruh dunia. Forum ini juga melibatkan sejumlah organisasi internasional seperti Aliansi Peradaban Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), OSCE, dan UNESCO.
Dalam pertemuan ini, Haedar hadir bersama Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti dan Ketua Umum PP Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini. Sebagai salah satu pembicara, Haedar menyampaikan materi terkait Religion and Globalization: Challenges and Responses.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?