Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nadia Murad (Foto: Twitter @NobelPrize)
Dream - Nadia Murad merupakan korban kekerasan seksual yang dilakukan kelompok militan ISIS. Gadis kelahiran Kojo, Iraq itu menjadi budak seks ISIS saat berusia 19 tahun.
Di usia masih belasan itu, Nadia bersama di antara ribuan perempuan dan gadis lain dari minoritas Yazidi diculik dan diperbudak oleh ISIS. Usaha keras, Nadia berhasil lolos dan keluar dari Mosul, Irak.
Dia lolos berkat bantuan seorang keluarga Muslim yang tak punya hubungan dengan ISIS pada 2014.
Usai lepas dari belenggu ISIS, Nadia menyuarakan perlawanan terhadap kekerasan terhadap pemerkosaan sebagai senjata perang.
" Kami harus bekerja sama untuk mengakhiri genosida, meminta pertanggungjawaban mereka yagn telah melakukan kejahatan ini dan mendapat keadilan bagi para korban," kata Nadia, dikutip dari Evening Standar, Kamis, 10 Oktober 2018.
Usahanya mengkampanyekan perlawanan terhadap kekerasan perempuan membuatnya dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian pada Jumat, 6 Oktober 2018. Dia dianugerahi Nobel Perdamaian bersama ginekolog asal Kongo, Denis Mukwege.
Sama seperti Nadia, sosok Mukwege juga berjuang melawan kekerasan terhadap perempuan.
Nadia Murad, awarded the 2018 Nobel Peace Prize, is the witness who tells of the abuses perpetrated against herself and others. She has shown uncommon courage in recounting her own sufferings and speaking up on behalf of other victims.#NobelPrize pic.twitter.com/NeF70ig09J
— The Nobel Prize (@NobelPrize)October 5, 2018
Penghargaan Nobel Perdamaian tak menyurutkan usahanya untuk membawa pelaku kejahatan seksual kepadanya dan perempuan Yazidi lain ke pengadilan.
" Sejauh ini kami belum melihat keadilan terjadi warga Yazidi, terutama korban perbudakan seksual," kata dia.
Selain perjuangan melawan masa lalu, Nadia juga mendesak pemerintah Irak dan komunitas internasional untuk membangun kembali kota dan desa Yazidi yang dihancurkan ISIS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya