Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan mengenai adanya pemberitaan media asing, yang menyatakan pemerintah Indonesia aneh. Berita itu menyebut pemerintah membatasi relawan asing dalam membantu evakuasi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.
Relawan asing yang diminta untuk meninggalkan Palu yakni dari China, Meksiko, Nepal dan Australia.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, relawan asing itu diduga menggunakan dokumen palsu. Sutopo menceritakan, awalnya ada relawan asal China masuk melalui bandara di Makassar pada 7 Oktober 2018.
" Sudah kita lihat suratnya kondisinya, kita khawatir, masih diragukan asli atau tidak. Nah, kita sinyalir suratnya palsu," kata Sutopo di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.
Sutopo menyebut, relawan itu telah diminta petugas untuk tidak datang ke Palu. " Kemudian petugas di Makassar sudah memperingatkan untuk tidak ke Palu, ternyata tiga relawan asing tadi tetap ke Palu menggunakan jalur darat," ucap dia.
Setelah itu, beberapa relawan asing dari Nepal, Meksiko dan Australia datang dengan alasan ingin ikut membantu.
Sutopo menegaskan, kedatangan mereka sebenarnya tidak masuk dalam kebutuhan yang diperlukan oleh Indonesia seperti transportasi udara, genset, tenda, water treatment.
" Di luar itu, kita tidak butuh tenaga SAR, tenaga medis atau yang lainnya. Ini juga sama terkait dengan LSM asing," ujar dia.
Sutopo mengatakan, para relawan itu juga tidak melapor ke Kedutaan Besar negaranya masing-masing dan ke pemerintah Indonesia untuk ikut membantu proses evakuasi.
" Faktanya, banyak yang ujug-ujug masuk ke wilayah Palu yang tidak ada koordinasi, tidak ada izin, ya kita harus atur itu," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya