Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum mengambil sikap terkait polemik tilawah Alquran menggunakan langgam (irama) Jawa. MUI kini tengah melakukan pengkajian tentang persoalan tersebut.
"Kami sudah melihatnya kemarin. Saat ini saya belum bisa angkat bicara karena masih dalam agenda rapat soal pembacaan tilawah ayat suci," ujar Wakil Ketua MUI Amirsyah Tambunan kepada Dream.co.id, Selasa, 19 Mei 2015.
Keterangan serupa disampaikan Wakil Ketua MUI Maruf Amin. Dia pun menyatakan belum bisa memberi keterangan terkait polemik tersebut.
"Kami belum selesai rapatnya. Kami juga akan membicarakan pembacaan Alquran menggunakan irama Jawa," kata Maruf.
Tilawah Alquran langgam Jawa dilantunkan oleh Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Muhammad Yasser Arafat, saat peringatan Isra Miraj di Istana Merdeka pada Jumat, 15 Mei 2015 lalu. Hal ini menuai polemik, lantaran tilawah itu dinilai melanggar pakem.
Terkait hal ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin angkat bicara. Melalui akun twitter miliknya, Lukman menegaskan tilawah itu merupakan idenya untuk melestarikan khazanah nusantara.
"Tujuan pembacaan Al-Quran dg langgam Jawa adalah menjaga dan memelihara tradisi Nusantara dalam menyebarluaskan ajaran Islam di tanah air," tulis Lukman. (Ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains