Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
MUI Minta Televisi Sajikan Tayangan Mendidik (http://papua.kemenag.go.id)
Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta semua stasiun televisi menjaga kesucian bulan Ramadan. Tayangan-tayangan yang disajikan selama bulan puasa, terutama saat berbuka dan sahur, diharapkan lebih banyak berisi pendidikan daripada sekedar hiburan.
“ Tayangan televisi harus menjaga kesucian, janganlah dikotori oleh hal yang tidak perlu, seperti menari-nari dan melawak,” kata Ketua Komisi Infokom MUI, Imam Suhardjo, dikutip Dream.co.id dari laman mui.or.id, Kamis 26 Juni 2014.
Imam mengatakan, tayangan Ramadan tahun lalu sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, masih saja ada tayangan-tayangan yang tidak ada hubungannya dengan Ramadan. Padahal tayangan itu jelas-jelas bertema buka puasa dan sahur. “ Kita harapkan bukan hanya perbaikan acara-acara, kalau bisa dibuang total acara yang tidak ada hubungannya dengan keislaman,” tambah Imam.
Imam berharap televisi tidak hanya mengejar rating belaka. “ Kalau mereka membuat acara yang bagus dan berkualitas, apa iya tidak akan dapat iklan?," imbuh dia.
Oleh sebab itu, untuk memastikan kualitas tayangan televisi selama Ramadan, MUI akan tetap melakukan pengawasan. MUI akan menggunakan pedoman yang dikeluarkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan sejumlah fatwa.
Dia menambahkan, sebagai bangsa Indonesia, ada asas kepatutan dan kepantasan. Jika semua stasiun menerapkan asas itu, Imam yakin tayangan televisi akan menjadi baik. “ Apa pantas acara menari di malam hari saat bulan Ramadhan, di luar Ramadan pun itu tdiak patas, apalagi di bulan Ramadan,” tutur dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya