Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nabi Palsu Sedang Beraksi Membodohi Jemaatnya (Foto:Facebook/MZGA)
Dream - Seorang tokoh masyarakat dari Afrika Selatan mengaku sebagai nabi. Dia menyemprotkan cairan anti-hama kepada pengikutnya sebagai persiapan menghadapi kiamat.
Pemuka masyarakat bernama Lethebo Rabalago ini berasal dari Provinsi Limpopo. Dalam menjalankan aksinya, Lethebo menyemprot para pengikutnya dengan doom --sebutan untuk cairan pestisida yang digunakan untuk 'membersihkan' segala dosa sebelum menghadapi kiamat.
Foto-foto aksi Rabalago saat menyemprotkan doom kepada jemaatnya pada hari Minggu lalu menjadi viral. Setelah diunggah ke Facebook.
Dalam salah satu foto, terlihat Rabalago menyemprot wajah pengikutnya. Sang pengikut itu terlihat kesakitan saat cairan beracun membasahi wajahnya.
Pada foto lain, Rabalago menyemprot kaki telanjang seorang pengikutnya yang terlihat memerah. Parahnya lagi, ada juga foto pengikutnya yang disemprot cairan poom tepat pada matanya.
Kemiskinan membuat mereka...
© Dream
Upacara tersebut nampaknya digelar di dalam sebuah tenda yang diubah seperti tempat ibadah, dan tidak terlihat seperti ibadah pada umumnya. Anehnya, mereka yang tidak berpartisipasi dan menyaksikan upacara itu tidak terlihat syok atau merasa ngeri.
Untuk mempertanggungjawabkan aksinya yang aneh itu, Rabalago dipanggil oleh ketua Komisi Perlindungan Budaya, Agama, dan Masyarakat (CRL Commision), Thoko Mkhwanazi-Xaluva. Dia diminta menjelaskan aksi berbahayanya itu, termasuk mengapa para pengikutnya itu bisa tunduk dan mau melakukan ritual tersebut.
" Tantangannya adalah bahwa masyarakat kita rentan karena kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran. Ketika Anda mencari jawaban dan Anda tidak dapat menemukannya, Anda akan menjadi sangat rentan," kata Thoko.
" Itu sebabnya orang-orang seperti Lethebo Rabalago ini tumbuh subur di daerah miskin. Di sana dia menemukan orang-orang putus asa, dan jika seseorang mengatakan Tuhan akan memberikan pekerjaan jika Anda membiarkan saya menyemprot Anda dengan doom, maka mereka akan tunduk pada permintaan seperti itu," tambah dia.
Menurut Pusat Bantuan Informasi Racun Johannesburg, penyemprotan pestisida pada kulit dan mata bisa mengakibatkan masalah kesehatan serius.
Pestisida dapat menyebabkan iritasi pada mata serta masalah pernapasan seperti asma. Namun, itu tergantung pada berapa banyak pestisida yang disemprotkan, jangka waktunya dan kandungan bahan kimia di dalamnya.
(Sumber:drum.co.za)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya