SEAhum: Kekerasan pada Rohingya Makin Parah

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 24 November 2016 06:15
SEAhum: Kekerasan pada Rohingya Makin Parah
"Ini bukan hanya persoalan mereka Muslim semata. Kami membela rasa kemanusiaan,"

Dream - Sejumlah lembaga kemanusian se-Asia Tenggara yang tergabung dalam South East Asia Humanitarian (Seahum) mengeluarkan petisi mendesak Pemerintah Myanmar mengakhiri kekerasan kepada etnis Rohingya.

Kekerasan tersebut dianggap telah melukai rasa kemanusiaan.

" Ini bukan hanya persoalan mereka Muslim semata. Kami membela rasa kemanusiaan karena mereka adalah saudara-saudara kita juga," kata Presiden SEAHum Imam Rullyawan dalam konferensi pers di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Rabu, 23 November 2016.

Imam mengatakan kekerasan yang dialami etnis Muslim Rohingya telah berulang kali terjadi. Tetapi, menurut dia, kekerasan kali ini sangat parah.

Penyebabnya, Pemerintah Myanmar dituding terlibat dalam kekerasan tersebut. Ini terindikasi dari pengerahan militer dan polisi Myanmar untuk menyerang pemukiman etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine.

" Kejadian makin parah, ada keterlibatan dari pemerintah dan kepolisian di sana," tuding Imam.

Terkait tragedi ini, SEAHum berencana menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Myanmar untuk Indonesia pada Jumat, 25 November 2016. Aksi tersebut akan serempak digelar di Kedutaan besar Myanmar di Malaysia dan Thailand.

 

1 dari 1 halaman

Kirim Bantuan

Selain petisi dan demonstrasi, SEAHum akan mengirim bantuan kemanusiaan dan kesehatan untuk para korban terdampak konflik di Rakhine. Misi itu diberi nama Humanitarian Flotilla for Rohingya.

Imam mengatakan misi itu bertujuan menunjukkan kepada dunia situasi di Myanmar bukanlah masalah kemanusiaan yang ringan.

" Misi Humanitarian Flotilla for Rohingya adalah aksi nyata untuk menunjukkan kepada dunia situasi terkini di Myanmar. Sekalipun belum pasti bisa masuk, kami akan tetap berusaha masuk jalur udara dan laut," ucap Imam.

SEAHum juga telah merancang aksi jangka panjang advokasi membela hak etnis Rohingnya ke dunia internasional.

Di tingkat Perserikatan Bangsa-bangsa, SEAHum meminta dunia berkomitmen mendesak pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan kepada etnis Rohingya.

" Sebab, dalan faktanya, etnis Rohingya yang tidak memiliki kewarganegaraan dan miskin dianggap masalah dan harus disingkirkan paksa oleh pemerintah Myanmar," ucap dia.

Pada demonstrasi 25 November nanti, SEAHum ingin memberi pesan kepada pemerintah Myanmar kejadian yang menimpa etnis Rohingnya akan berdampak bagi kehidupan masyarakat di Asia Tenggara. Aksi kekerasan itu akan menjadi preseden buruk bagi Pemerintah Myanmar

" Siapapun yang sudah meneror, mereka adalah bagian dari terorisme," ujar dia.

© Dream
Beri Komentar