Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Niat Puasa Nazar (Foto Ilustrasi: Shutterstock.com)
Dream – Pernahkah sahabat Dream bernazar saat berhasil mencapai sesuatu yang diinginkan? Ya, dalam Islam sendiri disebut dengan nazar. Misalnya saja saat berhasil mendapatkan gelar S1 dengan predikat cumlaude, maka sahabat Dream akan berpuasa selama tiga hari.
Nah, contoh tersebut adalah bentuk dari nazar. Nazar sendiri secara bahasa artinya adalah sumpah. Sedangkan menurut istilah, nazar adalah bersumpah untuk kebaikan.
Bagi sahabat Dream yang akan melakukan puasa nazar, maka wajib mengetahui bacaan niat puasa nazar. Sehingga nantinya kamu bisa menjalankan puasa tersebut dengan lancar dan tentunya sah di mata Allah SWT.
Berikut adalah dalil-dalil tentang nazar, bacaan niat puasa nazar, hingga konsekuensinya jika tidak menjalankan nazar tersebut sebagaimana dirangkum Dream melalui islam.nu.or.id.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang bacaan niat puasa nazar, alangkah lebih baik jika sahabat Dream mengetahui terlebih dahulu dalil-dalil yang menjelaskan tentang nazar. Di mana dalil tersebut ada di dalam Al-Quran dan juga hadis nabi.
يُوْفُوْنَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُوْنَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهٗ مُسْتَطِيْرًا
Artinya: “ Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” (QS. Al-Insan: 7)
“ Siapa yang bernazar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nazar tersebut. Barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat pada Allah, maka janganlah bermaksiat kepada-Nya.” (HR. Bukhari)
Perlu sahabat Dream ketahui bahwa puasa nazar sendiri hukumnya adalah wajib. Karena seseorang sudah berjanji untuk menjalankan puasa, sehingga wajib untuk melaksanakannya. Ketika janji tersebut dilanggar, maka ada konsekuensinya berupa membayar kafarat.
Ada beberapa jenis puasa yang bisa dinazari, yakni puasa-puasa sunah yang berupa puasa Senin-Kamis, puasa Dawud, puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah, serta puasa sunah lainnya. Puasa sunah tersebut yang sebelumnya berhukum sunah, maka setelah bernazar menjadi wajib hukumnya. Selain puasa sunah, puasa lainnya yang bisa dinazar adalah puasa makruh.
Sedangkan bagi seseorang yang ketika bernazar tetapi tidak menyebutkan jenis puasa apa yang akan dituju, maka ia hanya wajib mejalankan puasa selama satu hari saja. Kemudian jika bernazar dengan tidak menyebutkan jumlah hari untuk berpuasa, maka wajib bagi dirinya untuk berpuasa selama tiga hari.
Bagi sahabat Dream yang hendak melaksanakan puasa nazar, maka penting untuk mengetahui bacaan niat puasa nazar. Hal ini sangat penting agar puasa yang dijalankan pun menjadi sah. Berikut adalah bacaan niat puasa nazar yang bisa sahabat Dream hafalkan”
نَوَيْتُ صَوْمَ النَّذَرِ لِلّٰهِ تَعَالىَ
Nawaitu shaumannadzri lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “ Saya berniat puasa nazar karena Allah ta’ala.”
Sedangkan untuk waktu pelaksanaan puasa nazar adalah sesuai dengan puasa yang sahabat Dream tuju. Jika puasa itu adalah puasa Senin-Kamis, maka puasa nazar dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis.
Sedangkan untuk lamanya waktu berpuasa sama saja dengan puasa secara umum dalam ajaran Islam. Yakni sejak terbitnya fajar hingga matahari terbenam. Selama menjalankan puasa itulah, seseorang dilarang melakukan segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa.
Jika kewajiban menjalankan puasa nazar tidak dilakukan, maka ada konsekuensinya, yakni dengan membayar kafarat. Besarnya kafarat yang harus dibayarkan telah dijelaskan dalam firman Allah SWT melalui surat Al-Maidah ayat 89 berikut:
لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللّٰهُ بِاللَّغْوِ فِيْٓ اَيْمَانِكُمْ وَلٰكِنْ يُّؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُّمُ الْاَيْمَانَۚ فَكَفَّارَتُهٗٓ اِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسٰكِيْنَ مِنْ اَوْسَطِ مَا تُطْعِمُوْنَ اَهْلِيْكُمْ اَوْ كِسْوَتُهُمْ اَوْ تَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ ۗفَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ ۗذٰلِكَ كَفَّارَةُ اَيْمَانِكُمْ اِذَا حَلَفْتُمْ ۗوَاحْفَظُوْٓا اَيْمَانَكُمْ ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: “ Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barangsiapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya).” (QS. Al-Maidah: 89)
Rincian pembayaran kafarat jika tidak menjalankan puasa nazar adalah sebagai berikut:
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga


Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula