Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Menkes Budi Gunadi Sadikin (liputan6.com)
Dream - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut obat untuk pasien gangguan ginjal akut misterius sudah tiba di Indonesia. Obat tersebut akan diberikan gratis kepada pasien yang dirawat.
Budi mengatakan, saat ini obat tersebut sudah diberikan kepada 10 pasien. Tujuh di antaranya membaik pasca diberi obat.
" Hasil diskusi kita dan WHO dan juga dengan pemerintah Gambia, ditemukan obat yang namanya fomepizole. Kita sudah menerima 20 vial dari Singapura. Kita menunggu mungkin dari Australia akan masuk 16 lagi either malam ini atau besok pagi," katanya dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin 24 Oktober 2022.
Budi menyebut, saat ini pemerintah sedang proses untuk membeli dari Amerika dan Jepang. Total 2.000-an vial akan diterima Indonesia.
" Pasien biasanya ginjalnya terganggu, dia nggak bisa kencing atau keluar air seni. Tapi begitu dikasih obat, mereka keluar sedikit demi sedikit. Ada yang sudah mulai banyak. Yang tadinya tidak sadar, mulai sadar kembali," ujarnya.
Menkes memastikan obat tersebut kan diberikan secara gratis kepada pasien gangguan ginjal akut misterius.
" Obat barunya akan biaya kita. Nanti kita yang memberikan itu ke seluruh rumah sakit yang ada pasien bergejala ginjal akut ini," ujarnya.
Dream - Sebagai langkah mencegah keparahan pasien gagal ginjal akut pada anak, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan obat penawar atau antidotum yang didatangkan dari luar negeri.
" Kemenkes melalui RSCM telah membeli antidotum atau penawar yang didatangkan langsung dari luar negeri untuk diberikan ke pasien yang dirawat di seluruh rumah sakit di Indonesia," kata Juru Bicara Kemenkes, M Syahril, dalam konferensi pers daring, dikutip Senin 24 Oktober 2022.
Ia juga menginstruksikan seluruh tenaga kesehatan untuk lebih waspada dan lebih cepat bertindak bila menemukan gejala-gejala gagal ginjal, terutama pada anak.
Kemenkes juga telah mengeluarkan sejumlah acuan untuk rumah sakit, pelayanan kesehatan hingga organisasi kesehatan terkait penanganan kasus gangguan ginjal akut pada anak.
Pada poin kesembilan panduan penanganan tersebut diinstruksikan pada seluruh apotek di Indonesia untuk tidak memperjualbelikan obat sirup.
" Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk sirop kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujarnya.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane