Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasien Baru Sembuh Dari Covid-19 Diduga Dipaksa Masuk Kerja Di India (Twitter @@Hariban84424968)
Dream - Seorang pekerja bank di India yang baru sembuh dari Covid-19 diduga ditolak cuti. Alhasil, dia masuk kantor dengan kondisi masih memakai ventilator dan membawa tabung oksigen.
Arvind Kumar yang bekerja sebagai manajer di Bank Nasional Punjab cabang Bokaro, Negara Bagian Jharkhand, baru-baru ini muncul di tempat kerjanya dengan masker oksigen menutupi wajahnya dan menyeret tabung oksigen.
Dalam sebuah video yang sejak itu menjadi viral, pria paruh baya itu terdengar mengatakan dia ditolak cuti oleh seniornya. Sehingga dia harus masuk kantor meski masih dalam pemulihan.
Video Kumar bersandar pada istri dan putranya menyeret tabung oksigen telah beredar di dunia maya selama lebih dari seminggu, memicu kontroversi di media sosial.
" Para dokter mengatakan saya membutuhkan waktu tiga bulan untuk pulih sepenuhnya karena infeksi telah menyebar ke paru-paru saya. Kenapa saya diganggu?" kata Arvind Kumar.
Kejadian aneh itu diduga terjadi di Bank Nasional Punjab Sektor 4 di Bokaro pada Selasa, 25 Mei 2021. Akibat video itu, bank tersebut telah menghadapi gelombang kritik dan kemarahan selama masa yang sangat kritis, karena pandemi Covid-19 terus melanda India.
Namun, lembaga keuangan dengan cepat melakukan serangan balik, menuduh Kumar yang mengatur semuanya. Lewat siaran pers yang dikeluarkan oleh Kantor Lingkar PNB Bokaro, Arvind Kumar mengatur seluruh drama untuk mencemarkan nama baik pejabat bank serta bank.
Rupanya, karyawan tersebut telah mengajukan pengunduran diri tetapi ditolak. Sebab, penyelidikan departemen sedang menunggunya terkait pinjaman aset bermasalah (NPA).
" Tidak benar dia diminta oleh atasannya untuk masuk kerja meskipun statusnya sebagai pasien Covid yang sedang dalam pemulihan. Cuti berbayar diberikan kepada semua karyawan yang memenuhi syarat yang tertular virus untuk kepentingan karyawan tersebut serta orang lain yang berisiko. Jadi tidak berdasar untuk mengatakan bahwa dia dipaksa untuk melapor untuk bertugas," demikian bunyi siaran pers tersebut.
Livehindustan melaporkan keluarga Kumar bersikeras mengatakan bank telah mengancam akan memotong gajinya jika dia tidak masuk kerja. Akibatnya, Kumat terpaksa datang dengan bantuan oksigen, tetapi tidak menyebutkan apa pun tentang penyelidikan atas aktivitasnya di bank.
Sumber: Oddity Central
?????? Punjab National Bank ???????? ?????? ????? ??? ??? ???? ?????? ?? ???????? ?? ?? ??? ??? ???? ?? ??? ???? ????? ??? ???????? ?? ???? ?? ??? ?? ?????? ??????? ?????? ??? ?? ??? ?? ???? ?? ??? ??? ??????? ?????? ??? ???? ?? ??? ?? ???? ??? ??? ???? ?? ??? ?????? ???? ??? pic.twitter.com/cVMnxKe7rb
— Haribansh Sharma (@Hariban84424968)May 26, 2021
Dream – India mengalami lonjakan kasus Covid-19. Negeri Hindustan itu bahkan kewalahan mengurus jenazah pasien Covid-19 yang mengantre di krematorium.
Di kota Uttarkashi, Uttarkhand, jenazah-jenazah pasien Covid-19 terlihat hanyut di Sungai Bhagirathi. Mirisnya lagi, jasad-jasad yang tersangkut di tepi sungai ada yang dimakan anjing liar.
Laman MailOnline melaporkan, ada penduduk setempat yang sedang melukis di tepi sungai turut melihat anjing-anjing tengah memakan jasad-jasad pasien Covid-19. Penduduk setempat berharap pemerintah segera mengatasi penumpukan mayat.

Keberadaan mayat-mayat pasien Covid-19 di sungai tentunya menjadi permasalahan serius jika tidak segera ditangani. Air sungai yang mengalir mudah sekali membawa virus berbahaya tersebut hingga akhirnya menyebar lebih jauh.
Penduduk sekitar kini khawatir virus corona bakal menyebar melalui air dan anjing-anjing liar yang memakan jasad pasien Covid-19 tersebut.
Air sungai memang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari setiap penduduk, baik untuk mencuci, mandi, hingga memasak. Sehingga sangat berbahaya jika tercemar oleh virus corona dan berpotensi menambah jumlah korban.
Dari rekaman yang beredar, terlihat petugas-petugas dengan APD lengkap membuang mayat ke Sungai Rapti di Balrampur, Uttar Pradesh. Pihak berwenang menyatakan bahwa mungkin saja pihak keluarga korban tidak mendapatkan tempat untuk melakukan kremasi bagi keluarga mereka. Atau bisa juga karena faktor ekonomi, di mana tidak mampu untuk membiayai upacara kematian.
Selama sebulan terakhir, India sedang berjuang untuk melawan gelombang ke tiga virus corona. Walaupun jumlah kasus Covid-19 telah mengalami penurunan, negara itu juga mengalami peningkatan jumlah kematian harian selama berminggu-minggu. Sehingga menumpuknya korban meninggal pun tak bisa dihindari lagi.

Hingga saat ini data mengenai Covid-19 untuk kasus hariannya telah mencapai lebih dari 127.000 dengan rata-rata 3.500 selama seminggu terakhir. Presiden Kotamadya di Uttarkashi, Ramesh Semwal, telah memberikan perintah agar pemerintah setempat merawat mayat-mayat yang hanyut atau terdampar di sungai.
“ Selama beberapa hari terakhir, jumlah kematian telah meningkat di daerah kami. Saya juga mengetahui bahwa mayat tidak dibakar dengan benar, jadi saya telah mengarahkan administrasi untuk mengatur di Kedar Ghat untuk kremasi setengah terbakar,” jelas Ramesh Semwal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya