Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Parah Banget, Pasien Sembuh Covid-19 Ditolak Cuti, Masuk Kerja Bawa Oksigen

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 4 Juni 2021 12:01
Parah Banget, Pasien Sembuh Covid-19 Ditolak Cuti, Masuk Kerja Bawa Oksigen
Pasien tersebut masuk kantor dengan masker dan tabung oksigen.

Dream - Seorang pekerja bank di India yang baru sembuh dari Covid-19 diduga ditolak cuti. Alhasil, dia masuk kantor dengan kondisi masih memakai ventilator dan membawa tabung oksigen.

Arvind Kumar yang bekerja sebagai manajer di Bank Nasional Punjab cabang Bokaro, Negara Bagian Jharkhand, baru-baru ini muncul di tempat kerjanya dengan masker oksigen menutupi wajahnya dan menyeret tabung oksigen.

Dalam sebuah video yang sejak itu menjadi viral, pria paruh baya itu terdengar mengatakan dia ditolak cuti oleh seniornya. Sehingga dia harus masuk kantor meski masih dalam pemulihan.

Video Kumar bersandar pada istri dan putranya menyeret tabung oksigen telah beredar di dunia maya selama lebih dari seminggu, memicu kontroversi di media sosial.

" Para dokter mengatakan saya membutuhkan waktu tiga bulan untuk pulih sepenuhnya karena infeksi telah menyebar ke paru-paru saya. Kenapa saya diganggu?" kata Arvind Kumar.

 

1 dari 4 halaman

Bantahan Pihak Bank, Ternyata Drama

Kejadian aneh itu diduga terjadi di Bank Nasional Punjab Sektor 4 di Bokaro pada Selasa, 25 Mei 2021. Akibat video itu, bank tersebut telah menghadapi gelombang kritik dan kemarahan selama masa yang sangat kritis, karena pandemi Covid-19 terus melanda India.

Namun, lembaga keuangan dengan cepat melakukan serangan balik, menuduh Kumar yang mengatur semuanya. Lewat siaran pers yang dikeluarkan oleh Kantor Lingkar PNB Bokaro, Arvind Kumar mengatur seluruh drama untuk mencemarkan nama baik pejabat bank serta bank.

Rupanya, karyawan tersebut telah mengajukan pengunduran diri tetapi ditolak. Sebab, penyelidikan departemen sedang menunggunya terkait pinjaman aset bermasalah (NPA).

" Tidak benar dia diminta oleh atasannya untuk masuk kerja meskipun statusnya sebagai pasien Covid yang sedang dalam pemulihan. Cuti berbayar diberikan kepada semua karyawan yang memenuhi syarat yang tertular virus untuk kepentingan karyawan tersebut serta orang lain yang berisiko. Jadi tidak berdasar untuk mengatakan bahwa dia dipaksa untuk melapor untuk bertugas," demikian bunyi siaran pers tersebut.

Livehindustan melaporkan keluarga Kumar bersikeras mengatakan bank telah mengancam akan memotong gajinya jika dia tidak masuk kerja. Akibatnya, Kumat terpaksa datang dengan bantuan oksigen, tetapi tidak menyebutkan apa pun tentang penyelidikan atas aktivitasnya di bank.

Sumber: Oddity Central

2 dari 4 halaman

Ini Videonya

3 dari 4 halaman

Ngeri, Mayat-Mayat Pasien Covid-19 di India Dimakan Anjing Liar

Dream – India mengalami lonjakan kasus Covid-19. Negeri Hindustan itu bahkan kewalahan mengurus jenazah pasien Covid-19 yang mengantre di krematorium.

Di kota Uttarkashi, Uttarkhand, jenazah-jenazah pasien Covid-19 terlihat hanyut di Sungai Bhagirathi. Mirisnya lagi, jasad-jasad yang tersangkut di tepi sungai ada yang dimakan anjing liar.

Laman MailOnline melaporkan, ada penduduk setempat yang sedang melukis di tepi sungai turut melihat anjing-anjing tengah memakan jasad-jasad pasien Covid-19. Penduduk setempat berharap pemerintah segera mengatasi penumpukan mayat.

Anjing Liar Makan Mayat Covid-19 yang Hanyut

Keberadaan mayat-mayat pasien Covid-19 di sungai tentunya menjadi permasalahan serius jika tidak segera ditangani. Air sungai yang mengalir mudah sekali membawa virus berbahaya tersebut hingga akhirnya menyebar lebih jauh.

Penduduk sekitar kini khawatir virus corona bakal menyebar melalui air dan anjing-anjing liar yang memakan jasad pasien Covid-19 tersebut.

Air sungai memang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari setiap penduduk, baik untuk mencuci, mandi, hingga memasak. Sehingga sangat berbahaya jika tercemar oleh virus corona dan berpotensi menambah jumlah korban.

4 dari 4 halaman

Dari rekaman yang beredar, terlihat petugas-petugas dengan APD lengkap membuang mayat ke Sungai Rapti di Balrampur, Uttar Pradesh. Pihak berwenang menyatakan bahwa mungkin saja pihak keluarga korban tidak mendapatkan tempat untuk melakukan kremasi bagi keluarga mereka. Atau bisa juga karena faktor ekonomi, di mana tidak mampu untuk membiayai upacara kematian.

Selama sebulan terakhir, India sedang berjuang untuk melawan gelombang ke tiga virus corona. Walaupun jumlah kasus Covid-19 telah mengalami penurunan, negara itu juga mengalami peningkatan jumlah kematian harian selama berminggu-minggu. Sehingga menumpuknya korban meninggal pun tak bisa dihindari lagi.

Petugas Membuang Mayat ke Sungai

Hingga saat ini data mengenai Covid-19 untuk kasus hariannya telah mencapai lebih dari 127.000 dengan rata-rata 3.500 selama seminggu terakhir. Presiden Kotamadya di Uttarkashi, Ramesh Semwal, telah memberikan perintah agar pemerintah setempat merawat mayat-mayat yang hanyut atau terdampar di sungai.

“ Selama beberapa hari terakhir, jumlah kematian telah meningkat di daerah kami. Saya juga mengetahui bahwa mayat tidak dibakar dengan benar, jadi saya telah mengarahkan administrasi untuk mengatur di Kedar Ghat untuk kremasi setengah terbakar,” jelas Ramesh Semwal.

Beri Komentar