PBNU Kecam Bentrokan di Yaman, Anak-anak Jadi Korban

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 14 November 2018 16:02
PBNU Kecam Bentrokan di Yaman, Anak-anak Jadi Korban
PBNU mendesak pemerintah Indonesia mengeluarkan langkah diplomatis.

Dream - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam benturkan berdarah antara loyalis pemerintah Yaman dan kelompok pemberontak Houthi di kota Hudaidah. Akibat peristiwa itu, 142 orang termasuk anak-anak menjadi korban meninggal dunia.

" Pertama, mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap berbeda," kata Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 14 November 2018.

Said mengatakan, perilaku kekerasan bukan ciri umat Islam yang bepegang pada rahmatan lil alamin. PBNU menilai, perdamaian, kebebasan dan juga toleransi merupakan prinsip utama dalam menjalankan kehidupan bersama.

Said berujar, prinsip berkehidupan juga harus menjaga agama dan akal, menjaga jiwa, menjaga keluarga, menjaga harta dan menjaga martabat.

" Kelima prinsip tersebut merupakan prinsip utama yang harus ditegakkan di manapun bumi dipijak," ucap dia.

Selain itu, kata Said, PBNU mendorong pemerintah Indonesia melakukan langkah diplomatis untuk menciptakan perdamaian di tanah Yaman.

" Upaya ini penting dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab internasional yakni turut berperan dalam usaha menciptakan perdamaian dan keamanan dunia," ujar dia.

Tak hanya kepada pemerintah Indonesia, PBNU juga mendesak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk melakukan upaya konkret demi menciptakan perdamaian di dunia.

" (Kami) mengajak kepada masyarakat Internasional untuk bersama-sama menggalang bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Yaman," kata Said. (ism)

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal