Obrolan Terakhir Tetangga dengan Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 14 November 2018 14:00
Obrolan Terakhir Tetangga dengan Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi
Korban sempat bilang, "Maafin aku ya."

Dream - Satu per satu fakta pembunuhan satu keluarga di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, terungkap. Salah satu fakta baru yang terkuak yaitu pembicaraan terakhir tetangga, Heni, dengan salah satu korban pembunuhan itu, Maya Ambarita.

" Saya dekat sama si ibu, dekat banget biasa ngobrol di warung," ucap Heni, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 14 November 2018.

" Waktu berangkat ke Solo saya bilang. Katanya jangan lama-lama pulangnya. Terus bilang, eh maafin aku ya. Biasanya enggak pernah bilang begitu," tambah dia.

Heni mengetahui tetangga dekatnya itu meninggal ketika berada di Solo, Jawa Tengah. Dia melihat kabar dari unggahan di grup WhatsApp. Sejumlah teman mengunggah foto-foto pembunuhan itu.

" WhatsApp grup SD, SMP, SMA, ibu PKK, banyak. Langsung aku hapus-hapusin," tutur Heni.

Heni yang tinggal di depan warung korban geram dengan pelaku. Sebab, selain mengambil mobil, pelaku juga rela menghabisi dua anak-anak.

" Katanya mobilnya X-Trail sama HRV enggak ada. Itu yang X-Trail biasa disarungin memang. Kalau HRV diparkir di samping warung," ujar dia.

Sebelumnya pembunuhan satu keluarga ini menegegerkan warga bekasi. Dalam peristiwa ini, empat orang meninggal dunia. Mereka adalah satu keluarga, terdiri dari Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37) dan kedua anak mereka, Sarah (9) serta Arya (7).

Diperum dan istrinya ditemukan di ruang keluarga bagian tengah. Keduanya mengalami luka sayatan senjata tajam di leher dan luka benda tumpul. Adapun anak mereka ditemukan tak bernyawa di kamar. Diduga meninggal karena dibekap.

Pembunuhan satu keluarga ini masih menjadi misteri lantaran tak satupun barang di rumah tersebut hilang. Saat ini polisi masih mencari pelaku dan kronologi pembunuhan ini.

Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra

1 dari 3 halaman

Surat dari Anak Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Dream - Pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002/007, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, menyisakan cerita memilukan. Empat orang anggota keluarga itu ditemukan tak bernyawa di rumahnya pada Selasa, 13 November 2018, pukul 06.30 WIB.

Korban yakni Diperum Nainggolan (suami), 38; Maya Boru Ambarita (istri), 37; Sarah Boru Nainggolan (anak), 9; dan Arya Nainggolan (anak), 7.

Sebelum kematian itu, Sarah menulis sepucuk surat untuk kedua orang tuanya. Surat dari bocah 9 tahun itu berisi janji Sarah untuk patuh dengan orang tuanya.

Salah seorang penghuni kontrakan milik kakak korban, Dominica Vannesa Claudia, menyebut, surat itu sudah diunggah ke media sosial sebelum empat orang itu meninggal dunia.

“ Itu pas hari kemarin dia upload anaknya yang perempuan, nulis ucapan terima kasih karena sudah merawat,” kata Dominica, dikutip dari PojokSatu, Rabu, 14 November 2018.

 

2 dari 3 halaman

Berikut Isi Surat dari Sarah

 Surat dari Sarah sebelum kematian

Dari Sarah

Mama dan papa maafin kakak. Kakak sudah bikin mama dan papa marah, kakak janji tidak akan melawan lagi. Kakak akan nurut sama mama dan papa, akan rajin berdoa menyembah, membaca alkitab, nggak takut lagi sama setan. Kakak akan takut sama Tuhan Yesus. Makasih mama dan papa sudah merawat kakak dari bayi, balita, anak-anak. Mama sudah cape masak buat kakak, papa kerja buat kakak.

Makasih mama dan papa

3 dari 3 halaman

Anjing Menggonggong Sebelum Kematian

Peristiwa pembunuhan ini terasa aneh karena tidak ada barang berharga milik korban yang hilang. Tetapi, beberapa saksi mata sempat mendengar cekcok korban dengan seorang penelepon.

Tetangga korban bernama Lita, 29, mengaku sempat mendengar cekcok itu. “ Cuma kayak nada tinggi, kayak orang lagi berantem. Ngomongnya kayak di-loudspeaker gitu kan, kedengeran ngomongin uang sama mobil itu saja,” ujar Lita.

Rumah keluarga itu menyatu dengan warung dan kontrakan milik kakak korban bernama Douglas. Saat ini Douglas tengah diperiksa di Mapolda Metro Jaya sebagai saksi.

Selain terdengar cekcok, Dominica menyebut sebelum jasad korban ditemukan, terdengar gonggongan anjing peliharaan keluarga tersebut sekitar pukul 01.00 WIB.

“ Itu anjing milik tante sempat gonggong jam 1 malam, setelah itu saya berdoa terus tidur. Habis itu saya enggak tahu apa-apa lagi,” ujar Vanessa.

 

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik