Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj Saat Memberikan Sambutan (Dream.co.id/Ilman Nafi'an)
Dream - Kebijakan Full Day School yang akan diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ditolak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Penolakan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) itu disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.
Dengan usulan full day school yang diusung Mendikbud, nantinya para pelajar hanya akan bersekolah selama lima hari. Namun jam belajar akan lebih panjang.
" PBNU menolak keras," tegas Said di kantor PBNU, Jakarta, Kamis, 15 Juni 2017.
Said menolak penambahan jam belajar dengan pertimbangan penanaman nilai karakter didik, yang antara lain religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan berintergritas.
" Pembentukan karakter dengan penambahan jam sekolah merupakan dua hal yang berbeda," ucap dia.
Menurutnya, pendidikan karakter yang dapat diperoleh siswa tidak hanya melalui lingkungan sekolah saja. Siswa juga dapat memperoleh pendidikan karakter dari tempat tinggalnya melalui interaksi sosial.
" Pembentukan karakter tidak secara otomatis bisa didapat disekolah," ujar dia.
Selain itu, Said menilai kebijakan itu hanya berorientasi pada kota-kota besar yang mayoritas orang tua siswa bekerja di sektor swasta semata. Di beberapa daerah, kata dia, masih banyak orang tua siswa yang memilih profesi yang jam kerjanya tak berbeda dengan jam sekolah putra-putrinya.
" Sebab pada kenyataannya kota-kota di Indonesia tidak sepenuhnya meninggalkan tradisi, nilai-nilai dan ajaran agama," kata dia.
Melihat kondisi tersebut, PBNU meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mencabut kebijakan lima hari sekolah itu. " PBNU meminta kepada Presiden untuk mencabut kebijakan lima hari sekolah," ujar dia.
Berdasarkan Permendikbud tersebut, kebijakan itu diharapkan segera diterapkan pada tahun ajaran 2017/2018.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya