Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Abdirizak Aden, Ayah Pelajar Berhijab Yang Dituding Membawa Bom Ke Sekolah (mirror.co.uk)
Dream - Kekerasan berbasis rasial kembali terjadi. Kali ini menimpa pelajar berhijab usia 13 tahun yang sekolah di Sekolah Menengah Shiloh Gwinnet County, Georgia, Amerika Serikat.
Pelajar itu diminta berhenti oleh salah seorang guru sebelum masuk kelas. Guru itu lalu bertanya apakah ada bom di dalam tas pelajar itu lalu menyuruhnya pergi ke lorong.
Pelajar yang tidak disebutkan namanya itu memilih tidak menghiraukan pertanyaan guru tersebut dan tetap mengikuti kelasnya. Tetapi, dia mengikuti kelas itu dengan perasaan jengkel.
" Itu sangat tidak sopan. Saya datang ke sini untuk belajar. Dan di akhir hari, saya tetap mendapatkan nilai A atau B dan meninggalkan kelasnya," kata pelajar itu.
Setelah jam sekolah berakhir, pelajar itu mengirimkan pesan singkat kepada ayahnya, Abdirizak Aden, mengabarkan ada kesalahan yang terjadi. Pesan singkat itu membuat Aden marah dan langsung menjemput anaknya.
Aden tidak terima anaknya diperlakukan demikian. Ini sangat bertolak belakang dengan apa yang sudah dia ajarkan kepada putrinya untuk tidak membenci orang lain.
" Saya tidak pernah mengajari anak saya membenci orang lain atau berpikir mereka lebih baik ketimbang orang lain. Saya tidak ingin anak siapapun memperlakukan anak saya seperti itu," ujar Aden.
Juru bicara SMP Gwinnet County membenarkan insiden tersebut. Meski mengakui ini tidak pantas terjadi, tetapi mereka tidak yakin insiden tersebut dilakukan dengan dilandasi niat buruk, melainkan hanya lelucon.
Kepala sekolah dan guru yang bersangkutan menyatakan telah meminta maaf atas insiden ini.
Sumber: mirror.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya