Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kasus mogoknya beberapa armada bus pengangkut jemaah haji di bawah koordinasi naqabah Arab Saudi dinilai membawa dampak negatif. Bahkan, kondisi jemaah bisa dalam keadaan membahayakan mengingat cuaca panas yang tengah melanda Arab Saudi.
Terkait persoalan ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil telah mendesak naqabah untuk menyediakan bus lebih layak. Hal ini mengingat masih banyak jemaah yang harus menempuh perjalanan lintas kota baik rute Madinah-Mekah maupun rute Jeddah-Mekah.
" Kami minta ini menjadi perhatian," ujar Jamil usai bertemu Ketua Naqabah Arab Saudi, Letjen (Purn) Ahmad Abdullah Sumbawa.
Djamil mengatakan perbaikan pelayanan harus sudah bisa dirasakan oleh jemaah yang akan bergerak dari Mekah. Saat ini, masih banyak jemaah haji yang berada di Madinah dan rencananya mereka akan diberangkatkan secara bertahap setelah menjalankan ibadah arbain, yaitu salat wajib 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi.
" Begitu pula dengan transportasi gelombang kedua dari Mekah ke Madinah setelah Arafah, ada perbaikan," ungkap dia.
Beberapa persoalan teknis yang masih dihadapi jemaah adalah fasilitas bus seperti AC mati hingga mogok. Ini begitu menyusahkan jemaah haji.
Padahal, jumlah jemaah haji Indonesia mencapai 155.200 orang, dan tergolong terbanyak di dunia. Tetapi, hal ini seperti diabaikan oleh pihak naqabah.
" Agar jemaah haji Indonesia memperoleh perhatian khusus karena jemaahnya terbanyak di seluruh dunia dan dilayani ribuan bus," ungkap Djamil.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Ahmad Dimyati Bashori mengatakan transportasi saat ini memang menjadi masalah yang paling banyak dikeluhkan jemaah. Menurut dia, masalah ini bisa terjadi lantaran kurangnya anggaran untuk upgrade pengadaan bus.
" Kondisi bus berbeda dibandingkan bus yang mengalami upgrade tahun lalu. Ada banyak masalah di tengah jalan," ungkap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya