Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kondisi Madrasah Di Kawasan Terpencil (gorontalo.kemenag.go.id)
Dream - Kementerian Agama berencana menggiatkan kembali aktivitas 1.300 madrasah yang tersebar di 11 provinsi tapal batas Indonesia. Proses revitalisasi itu dilakukan sebagai upaya membangun watak nasionalisme warga tapal batas melalui pendidikan agama.
" Revitalisasi itu untuk memenuhi kebutuhan dasar siswa dahulu yaitu ruang kelas. Ini merupakan standar pelayanan minimum," kata Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin di sela-sela seminar nasional Pendidikan Agama di Wilayah Perbatasan Negara di Auditorium Kementerian Agama, MH Thamrin, Jakarta, Kamis, 5 November 2015.
Menurut dia, selain melakukan revitalisasi fasilitas belajar, Kemenag tiap tahunnya juga mengirim ratusan guru agama ke wilayah perbatasan. Para guru itu diminta memberi pelatihan kepada pengajar di wilayah terdepan itu.
" Guru-guru agama itu kami kirim dan sebar ke berbagai wilayah perbatasan. Mereka akan membimbing pengajar agama di sana," tegasnya.
Meski begitu, usaha untuk melakukan pembimbingan dan revitalisasi ini tidak mudah. Menurut Lukman, kendala yang dihadapi dalam proses revitalisasi itu salah satunya adalah minimnya anggaran pendidikan.
" Dari total anggaran pendidikan nasional yang sebesar Rp408 triliun, pendidikan Islam hanya mendapatkan porsi 10 persen yaitu Rp 46 triliun. Padahal, kontribusi pendidikan Islam itu menyentuh angka 22 persen. Ini (kenaikan anggaran) yang sedang kami perjuangkan," ungkap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya