1.300 Madrasah di Daerah Perbatasan `Dihidupkan` Lagi

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 5 November 2015 19:24
1.300 Madrasah di Daerah Perbatasan `Dihidupkan` Lagi
Proses revitalisasi itu dilakukan sebagai upaya membangun watak nasionalisme warga tapal batas melalui pendidikan agama.

Dream - Kementerian Agama berencana menggiatkan kembali aktivitas 1.300 madrasah yang tersebar di 11 provinsi tapal batas Indonesia. Proses revitalisasi itu dilakukan sebagai upaya membangun watak nasionalisme warga tapal batas melalui pendidikan agama.

" Revitalisasi itu untuk memenuhi kebutuhan dasar siswa dahulu yaitu ruang kelas. Ini merupakan standar pelayanan minimum," kata Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin di sela-sela seminar nasional Pendidikan Agama di Wilayah Perbatasan Negara di Auditorium Kementerian Agama, MH Thamrin, Jakarta, Kamis, 5 November 2015.

Menurut dia, selain melakukan revitalisasi fasilitas belajar, Kemenag tiap tahunnya juga mengirim ratusan guru agama ke wilayah perbatasan. Para guru itu diminta memberi pelatihan kepada pengajar di wilayah terdepan itu.

" Guru-guru agama itu kami kirim dan sebar ke berbagai wilayah perbatasan. Mereka akan membimbing pengajar agama di sana," tegasnya.

Meski begitu, usaha untuk melakukan pembimbingan dan revitalisasi ini tidak mudah. Menurut Lukman, kendala yang dihadapi dalam proses revitalisasi itu salah satunya adalah minimnya anggaran pendidikan.

" Dari total anggaran pendidikan nasional yang sebesar Rp408 triliun, pendidikan Islam hanya mendapatkan porsi 10 persen yaitu Rp 46 triliun. Padahal, kontribusi pendidikan Islam itu menyentuh angka 22 persen. Ini (kenaikan anggaran) yang sedang kami perjuangkan," ungkap dia.

Beri Komentar