Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jonathan Davey (Mirror.co.uk)
Dream - London. Inilah kota dengan biaya hidup selangit. Banyak orang tak kerasan tinggal di Ibukota Inggris itu karena harus merogoh kocek dalam-dalam. Jika pemasukan tak banyak, bisa-bisa kantong jebol.
Itu pula yang dirasa Jonathan Davey. Mahasiswa Universitas London ini juga merasa himpitan ekonomi yang begitu besar. Sehingga, dia harus “ mengungsi” ke Polandia, meskipun harus menjalani kuliah di London. Dia rela pulang-pergi naik pesawat dari Polandia-Inggris demi menghemat uang.
Sepintas terlihat aneh. Ingin hemat, tapi malah pulang-pergi dalam jarak hampir 1.500 kilometer. Tunggu dulu. Jangan buru-buru mengambil kesimpulan. Lihatlah hitung-hitungan sederhana dari Jonathan ini.
Menurut Jonathan, dia menyewa hostel di Gdansk, Polandia, dengan harga 35 poundsterling atau sekitar Rp780 ribu per minggu. Sementara, bila tinggal di London, setiap minggu dia harus mengeluarkan 220 poundsterling atau sekitar Rp5 juta untuk membayar sewa kamar kos.
Jumlah uang sewa di London itu enam kali lipat dari biaya sewa hostel di Polandia. Belum lagi biaya akomodasi lainnya. Jika ditotal, pengeluaran di London jauh lebih besar daripada biaya hidup di Polandia, termasuk pulang-pergi dari Polandia ke Inggris tiap pekan.

Pilihan itu memang mengharuskan Jonathan harus bolak-balik. Dia berangkat setiap Rabu pagi pukul enam. Dan kembali lagi ke Polandia pada hari Jumat. Selama di London, dia menumpang di rumah teman-temannya.
Dengan strategi itu, pemuda asal Hampshire, Inggris, ini hanya menghabiskan 2.100 poundsterling atau sekitar Rp46,8 juta setiap tahunnya. Kata dia, itu sudah termasuk biaya hostel, penerbangan, dan bus. Dia bisa menabung. “ Sulit dipercaya lebih murah pulang-pergi 1.000 mil daripada tinggal di sini,” tutur Jonathan sebagaimana dikutip Dream dari Metro.co.uk, Selasa 29 September 2015.
Bagi Jonathan, jauhnya jarak masih bisa ditempuh. Apalagi dengan biaya ekonomis. Yang paling penting, biaya hidupnya terjangkau dan terus bisa ikut kuliah. “ Saya habis ribuan pounds pertahun lebih baik tinggal di Polandia.” Baca Juga: Mahasiswi Kembar Lulus Cumlaude IPK `Kembar` Kehilangan Sekolah, Siswa `Master` Dicekam Ketakutan 3 Lembaga Luncurkan Tabungan Syariah Pelajar IOU, Universitas Bilal Philip yang Didik Mahasiswa 219 Negara UNY Luluskan Mahasiswa Terbaik, Tercepat, dan Termuda Remaja 14 Tahun Masuk Universitas Top Dunia 8 Tanda Anda Lebih Cerdas dari Kebanyakan Orang Suraya Adnan: Serunya 'Terdampar' di Belanda Mendikbud Ajak Maskapai Dahulukan Guru Masuk Pesawat Baca Buku Sepanjang Jalan, Kota Ini Gratiskan Ongkos Bus
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya