Jual Donat di Kampus, Mahasiswa Ini Raup Untung Jutaan

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 9 Oktober 2015 12:32
Jual Donat di Kampus, Mahasiswa Ini Raup Untung Jutaan
"Walaupun sudah mendapatkan beasiswa Bidik Misi, kita juga perlu melakukan sesuatu yang lebih agar bisa tetap bertahan hidup selama di perantauan," kata Adim.

Dream - Mendapat beasiswa tak membuat Abdul Adim terlena. Mahasiswa penerima Bidik Misi Universitas Brawijaya ini justru giat belajar dan berusaha hidup mandiri untuk mencukupi biaya kuliah.

Ya, selain belajar, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2013 ini juga membuka usaha di lingkungan kampus dengan menjual air mineral dan juga donat. Usaha ini dia lakukan untuk mengurangi ketergantungan pada orangtua dan beasiswa yang telah dia terima.

“ Walaupun sudah mendapatkan beasiswa Bidik Misi, kita juga perlu melakukan sesuatu yang lebih agar bisa tetap bertahan hidup selama di perantauan, agar tidak tergantung dengan beasiswa semata,” kata Adim sebagaimana dikutip Dream dari laman ub.ac.id, Jumat 9 Oktober 2015.

Dari usaha ini, Adim mendapat pemasukan tambahan yang lumayan. Setiap bulan, dia bisa untung hingga Rp3 juta. Dengan modal awal Rp200 ribu, Adim memulai bisnis dengan membeli air mineral di kawasan jalan Bendungan Sutami. Air mineral itu dia jual di area kampus.

Keuntungan penjualan air mineral itu dia gunakan untuk melebarkan sayap. Dia kemudian bekerjasama dengan pedagang donat dari Desa Pandean Malang. Adim menjadi reseller. Dari situlah dia mulai menekuni berjualan donat dan air mineral.

 Jual Donat di Kampus, Mahasiswa Ini Raup Untung Jutaan© ub.ac.id

“ Mengejar rejeki tidaklah mudah,” tutur dia. Ya, memang tak mudah. Sebab, selain usaha ini Adim harus tetap fokus untuk belajar. Setiap harinya dia harus bangun pagi buta untuk mencuci 24 kotak donat dan mengambil donat yang akan dijual dengan mengendarai sepeda motor.

Kotak-kotak donat itu dia tempatkan di sejumlah fakultas di Universitas Brawijaya. Antara lain di Gazebo Fakultas Hukum, Fakultas Peternakan, Fakultas MIPA, dan Fakultas Pertanian. Donat-donat itu dijajakan mulai jam enam pagi sampai jam sepuluh malam.

Dari satu kotak yang berisi 12 donat, Adim bisa mengantongi keuntungan Rp15 ribu. Dalam sehari dia mampu menjual 17 kotak donat. Untuk air mineral, Adim bisa menghabiskan enam sampai tujuh kardus. Keuntungan tiap kardus Rp20 ribu.

Dari hasil penjualan tersebut, Adim bisa membiayai hidup di Malang. Dia bahkan kerap membantu perekonomian keluarganya. Dia berharap, kelak bisa menabung dan mencicil untuk membuka usaha sendiri. 

Beri Komentar