Pemerintah Selidiki Alasan Askar Belokkan Jemaah Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 26 September 2015 11:15
Pemerintah Selidiki Alasan Askar Belokkan Jemaah Indonesia
Jalur yang seharusnya dilewati jemaah Indonesia yaitu Jalan King Fahd.

Dream - Pemerintah Indonesia akan menelusuri alasan askar (pihak keamanan Arab Saudi) mengarahkan jemaah Indonesia berbelok kiri ke jalan 223. Alhasil, ratusan jemaah Indonesia harus melewati jalan 204, yang menjadi lokasi terjadinya insiden jamaah berdesak-desakan pada Kamis, 24 September 2015, pagi.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku mendengar keterangan korban asal Indonesia yang menyebut askar mengarahkan jemaah ke jalan yang berbeda harus ditelusuri. “ Sebab jalur kita adalah yang lurus sesuai dengan peta dan warna hijau,” katanya, usai berbincang dengan jemaah dari Kelompok terbang (Kloter) JKS 61 Embarkasi Jakarta-Bekasi, Jumat, 25 September 2015 malam.

Jalur yang seharusnya dilewati jemaah Indonesia yaitu Jalan King Fahd. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah memberikan peta kepada jemaah. Warna hijau menunjukkan jalur yang harus dilintasi oleh jemaah menuju jamarat (tempat melempar jumrah). Jalur tersebut juga sesuai dengan pengaturan yang diberlakukan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Karena kejanggalan itu, Menag menyatakan pemerintah akan meminta alasan dan keterangan mengapa askar mengarahkan jemaah Indonesia yang hendak menuju jamarat ke lokasi yang berbeda. “ Ini yang sedang kita dalami,” kata dia.

Jumat malam, Menag mengunjungi jemaah dari KloterJKS 61 di Maktab 7, Mina Jadid, Arab Saudi. Dia mendengarkan curahan hati jemaah yang menjadi korban insiden di Jalan 204, Mina. Menag juga menyampaikan duka cita mendalam kepada jemaah yang keluarganya wafat karena kejadian itu. “ Semoga khusnul khotimah. Mereka yang berpulang kondisi yang sangat baik. Di Tanah Suci dan hendak beribadah. Saya harapkan keluarga mengikhlaskan,” kata dia.

Menag menyatakan upaya pemerintah untuk perbaikan layanan penyelenggaran haji di Arab Saudi tidak akan berhenti. Pemerintah Indonesia akan menyampaikan kepada Arab Saudi untuk menyelesaikan persoalan seperti di Jalan 204 Mina.

Beri Komentar