Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Ada Rumah Sakit Pasang Tarif Swab Test Rp5 Juta

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 10 September 2020 17:00
Ada Rumah Sakit Pasang Tarif Swab Test Rp5 Juta
Saat ini masih banyak rumah sakit yang menerapkan tarif tes usap sangat tinggi.

Dream - Pemerintah berencana memberlakukan standarisasi tarif tes usap (swab test) Covid-19. Hal ini mengingat masih banyaknya rumah sakit yang menerapkan tarif sangat tinggi untuk sekali tes.

Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Dody Ruswandi, mengungkapkan saat ini masih ada rumah sakit yang memberlakukan tarif antara Rp2,5 juta hingga Rp5 juta untuk tes usap.

Dalam beberapa waktu ke depan, kata Dody, Kepala BNPB akan mengajukan masukan standarisasi tarif tersebut kepada Menteri Kesehatan.

" Saat ini kita sedang siapkan standar biaya untuk rumah sakit swasta kami sedang bekerja siapkan itu jadi mungkin nanti kepala BNPB akan berikan saran ke Menkes mungkin plafon maksimalnya sekian," ujar Dody.

 

1 dari 2 halaman

Banyak yang Kejar Untung

Menurut perhitungan BNPB, kata Dody, seharusnya tarif tes usap paling tinggi Rp500 ribu. Sementara, dia mengakui banyak rumah sakit yang menerapkan tarif sangat mahal demi keuntungan.

Ke depan, BNPB mengusahakan agar rumah sakit memberlakukan tarif standar dan mengambil margin keuntungan dalam batas wajar. Pihaknya masih melakukan pengkajian terkait tarif standar tersebut.

" Kajian itu sudah berjalan. Kami sudah punya baseline harga sebenarnya di bawah Rp500 ribu. Kalau diberlakukan di RS swasta tinggal ditambah margin keuntungan yang wajar," kata Dody.

 

2 dari 2 halaman

Pemeriksaan di Lab Pemerintah Seharusnya Gratis

Pemerintah telah menambah kemampuan pemeriksaan Covid-19. Saat ini sebanyak 300 laboratorium beroperasi untuk pemeriksaan dengan peralatan dukungan BNPB dan Pemerintah.

" Sebagian ini yang dibantu adalah rumah sakit ataupun lab Pemerintah, Kemenkes, Labkesda, atau lab di RS Pemerintah atau RSUD," kata Dody.

Dengan begitu, kata Dody, seharusnya pemeriksaan di lab-lab tersebut sudah gratis. Apalagi, BNPB juga memberlakukan skema bantuan alat PCR dan mesin ekstraksi otomatis.

Selain itu, ada perusahaan yang mendapat bantuan dalam penyediaan jasa testing. Hal ini mendorong peningkatan kemampuan testing sehingga deteksi kasus positif juga dapat ditingkatkan.

" Kami juga bantu penyediaan jasa testing, ada lima perusahaan yang kami bantu perbesar kapasitas lab itu. Biaya kami bayar, ini sudah terselenggara," ucap Dody.

Sumber: Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Beri Komentar