Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Doni Monardo (Foto: SetKab)
Dream - Pemerintah bakal belajar sejarah penanganan wabah Flu Spanyol yang dilakukan oleh pemerintah Hindia-Belanda untuk menaggulangi pandemi Covid-19 saat ini. Salah satunya dengan melakukan terobosan mengubah perilaku masyarakat melalui pendekatan budaya, yaitu memberikan penjelasan melalui kegiatan wayang.
" Kami mencoba untuk merumuskan suatu strategi komunikasi dan sosialisasi yang lebih efektif yang arahnya adalah sampai ke tingkat desa, sehingga diharapkan tingkat kepatuhan masyarakat akan menjadi lebih baik," ujar Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo, dikutip dari setkab.go.id, Selasa 28 Juli 2020.
Dalam sejarah, wabah Flu Spanyol memang terbilang parah. Wabah itu bermula pada periode Maret 1918 dan sampai ke Pulau Jawa pada September 1919. Menurut data Michigan University, korban jiwa akibat wabah itu mencapai empat juta jiwa.
Presiden, menurut Ketua Satgas Covid-19, juga menekankan untuk sosialisasi dan komunikasi agar diprioritaskan pada tema-tema yang mudah diikuti oleh masyarakat.
“ Contoh misalnya, minggu ini sosialisasi itu hubungannya dengan jaga jarak, hindari kerumunan. Oleh karenanya kami juga akan melibatkan teman-teman wartawan dan juga para penyelenggara di bidang media untuk ikut berpartisipasi dalam kampanye untuk perubahan perilaku,” ujar Doni.
Selain jaga jarak, lanjut Ketua Satgas Covid-19, yang merupakan protokol kesehatan adalah menggunakan masker dan diharapkan seluruh pimpinan baik di pusat dan di daerah bisa menjadi contoh teladan, memberikan cara yang benar untuk menggunakan masker dan kapan waktunya masker digunakan.
“ Kemudian juga berikutnya adalah mencuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun dan menggunakan air yang mengalir,” kata Ketua Satgas Covid-19.
Sesuai permintaan Presiden, Ketua Satgas Covid-19 menyampaikan bahwa tugas yang telah disampaikan adalah menurunkan angka kasus terutama 8 provinsi, mengurangi angka kematian semaksimal mungkin, dan juga meningkatkan angka kesembuhan sebanyak-banyaknya.
Menurut Ketua Satgas Covid-19, Menteri Kesehatan dalam berbagai kesempatan juga sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah tim, yaitu SOP untuk para tenaga kesehatan sehingga dokter, khususnya, dan perawat bisa dihindari kerugian yang terjadi.
“ Bapak Wapres juga menekankan tentang meningkatkan koordinasi antarlembaga dan kementerian termasuk memperlancar prosedur koordinasi agar lebih konkret,” pungkas Ketua Satgas Covid-19.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya