Mimpi Menag Punya Pendidikan Agama Bermutu di Perbatasan

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 5 November 2015 17:14
Mimpi Menag Punya Pendidikan Agama Bermutu di Perbatasan
Pendidikan agama menjadi sisi penting dalam merekatkan kesatuan dan nasionalisme warga di wilayah perbatasan.

Dream - Wilayah perbatasan Indonesia akan terus menjadi prioritas pemerintah dalam pembangunan nasional. Upaya pembangunan itu dilakukan untuk mengubah persepsi daerah perbatasan sebagai daerah terbelakang.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah ialah melalui pendidikan agama. Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan pendidikan agama menjadi sisi penting dalam merekatkan kesatuan dan nasionalisme warga di wilayah perbatasan.

" Dalam konteks keindonesiaan, pendidikan agama sesungguhnya telah memposisikan diri sebagai dasar perekat. Dalam pendidikan agama diajarkan nilai-nilai yang mampu menjalin keragaman kita," ujar Lukman usai membuka seminar nasional Pendidikan Agama di Wilayah Perbatasan Negara di Auditorium Kementerian Agama, MH Thamrin, Jakarta, Kamis, 5 November 2015.

Lukman mengatakan nilai-nilai agama yang telah lama tumbuh dalam kehidupan bangsa ini, seperti kedamaian dan rasa cinta kepada tanah air.

" Nilai agama selalu mengajarkan kebajikan, kedamaian, cinta sesama. cinta tanah air, persaudaraan dan kemanusiaan sejatinya telah tumbuh dalam diri bangsa. Untuk itulah mengapa para pendiri negara ini meletakkan ajaran agama sebagai landasan penting persatuan bangsa ini," jelas dia.

Ke depan, Lukman berharap beberapa lembaga masyarakat dan pemerintah harus terus mengupayakan sinergi untuk menciptakan pendidikan agama di wilayah perbatasan lebih bermutu. Sebab, tanpa adanya sinergi antarlembaga, mustahil terciptanya cita-cita kemajuan untuk wilayah perbatasan.

" Kita harus membangun kebersamaan dan memperkuat sinergi antar kementerian demi tujuan bersama itu. Tidak elok jika lembaga pendidikan keagamaan, tidak ada listrik, tidak ada akses jalan, dan tidak ada sinyal di daerah tersebut. Karenanya sinergitas antarberbagai kementerian menjadi niscaya," pungkas dia.

Beri Komentar