Pendidikan di Perbatasan Terkendala Kualitas Pengajar

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 6 November 2015 11:04
Pendidikan di Perbatasan Terkendala Kualitas Pengajar
Masalah ini timbul lantaran kualitas pengajar yang belum memadai.

Dream - Pelaksanaan pendidikan di daerah perbatasan hingga saat ini masih belum memadai dari segi kualitas. Masalah ini timbul lantaran kualitas pengajar yang belum memadai.

Hal ini menjadi perhatian khusus Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Kelemahan daya saing sarjana Indonesia menjadi salah satu sebab lemahnya kualitas pengajar.

" Untuk menyiapkan sumber daya manusia tentunya punya bekal dari latar belakang pendidikan tinggi, namun harus diakui daya saing perguruan tinggi di dalam negeri masih sedikit," ujar Menristek Dikti Mohammad Nasir di Jakarta, Kamis, 5 November 2015.

Nasir mengatakan, lemahnya daya saing itu terlihat dari ranking universitas negeri yang dimiliki Indonesia di dunia. Dari ratusan universitas negeri Indonesia, hanya dua universitas yang masuk peringkat 500 dunia yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI).

Mengenai mutu pendidikan tinggi Nasir juga menyebut masih banyak program studi yang belum memenuhi standar nasional pendidikan tinggi. Ada beberapa persoalan lain yang mesti diberbaiki seperti Angka Partisipasi Kasar (APK) yang harus ditingkatkan dengan penambahan fasilitas, perbaikan metodologi, dan penambahan jumlah universitas.

" Publikasi internasional dosen masih minim. APK masih perlu ditingkatkan. Masih ada kesenjangan APK antardaerah. Sedikit sekali hasil penelitian perguruan tinggi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dan banyak sarjana yang menganggur," tuturnya.

Mengenai pentingnya peningkatan SDM pendidik ini, Nasir menyebut ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satu di antaranya adalah ketimpangan kesejahteraan serta daya saing bangsa masih lemah.

" ‎Kita harus lihat sumber daya manusia itu sendiri. Di sana ada tantangan kemiskinan, ketimpangan kesejahteraan, pengangguran, kebodohan dan keterbelakangan, dan daya saing bangsa masih lemah," ungkap dia. (Ism) 

Beri Komentar