7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dirjen PHU Hilman Latief
Dream - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sempat menjadi sorotan akibat pernyataan menyebut Kementerian Agama (Kemenag) sebagai hadiah Negara untuk organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Pernyataan tersebut sempat menimbulkan pertentangan, hingga akhirnya diklarifikasi.
Dalam klarifikasinya, Gus Yaqut menyatakan Kemenag adalah milik semua agama. Di internal Kemenag sendiri, tidak semua jabatan diisi orang NU namun ada dari ormas lain seperti Muhammadiyah.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Hilman Latief, membenarkan hal itu. Sebagai kader Muhammadiyah yang bertugas di Kemenag, Hilman tidak pernah mendapat perlakuan berbeda dari Gus Yaqut.
" Justru kami sering berdiskusi tentang masalah-masalah keumatan, bagaimana kementerian agama bisa melayani berbagai kalangan secara profesional, cepat, dan inklusif," ujar Hilman, dikutip dari Kemenag.
Hilman bersyukur latar belakangnya sebagai kader Muhammadiyah tidak menjadi penghalang dalam berinteraksi dengan Gus Yaqut. Komunikasi terbangun sangat baik.
" Diskusi sampai larut malam juga masih sering kita lakukan," kata dia.
Bahkan, terang Hilman, Gus Yaqut kerap menyampaikan pentingnya meritokrasi dalam sistem tata kelola birokrasi Kemenag ke depan. Tampuk kepemimpinan diberikan kepada mereka yang punya kemampuan dan prestasi, bukan sebab kekayaan, senioritas, dan sebagainya.
" Gus Menteri beberapa kali berpesan kepada saya tentang pentingnya meritokrasi, inklusivitas, dan tidak diskriminasi dalam upaya meningkatkan kinerja penyelenggaraan haji dan umroh," kata dia.
Terkait pernyataan Gus Yaqut yang mengundang reaksi publik, Hilman menilainya sebagai bentuk penyemangat kepada kader. Dia berpandangan sebaiknya pernyataan tersebut tidak perlu dijadikan polemik berkepanjangan.
" Saya dan Gus Menteri kan sama-sama masih relatif muda, jadi semangat kita selalu menggebu-gebu, terutama kalau sudah memberi semangat kepada kader-kader di ormas kita masing-masing," kata dia.
Dream - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas akhirnya memberikan klarifikasi terkait pernyataannya menyebut Kementerian Agama hadiah Negara untuk Nahdlatul Ulama (NU). Dia menyatakan pernyataan itu sebenarnya bersifat internal bagi kalangan NU saja.
" Itu saya sampaikan di forum internal. Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren," ujar Gus Yaqut dalam keterangan tertulisnya.
Gus Yaqut mengibaratkan pernyataannya seperti perbincangan sepasang suami istri. Ucapan tersebut hanya untuk kalangan pesantren, bukan untuk masyarakat di luar konteks tersebut.
" Ibarat obrolan pasangan suami istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal," kata dia.
Dia pun menganggap ucapannya merupakan hal wajar sebagai motivasi di forum internal. Gus Yaqut tidak menyadari jika pernyataannya bisa tersebar ke mana-mana.
" Memang saya juga tidak tahu sampai keluar lalu digoreng ke publik. Itu forum internal, konteksnya untuk menyemangati," kata dia.
Selanjutnya, Gus Yaqut menjamin Kemenag tidak hanya untuk NU namun semua agama. Ini dibuktikan melalui program Kemenag yang memberikan afirmasi kepada semua agama.
" Semuanya diberikan hak secara proporsional. Ormas tidak hanya NU saja," ungkap dia.
Untuk memperkuat pandangan, Gus Yaqut mencontohkan beberapa jabatan di lingkungan Kemenag yang diampu oleh anggota ormas lain. Salah satunya, jabatan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh.
" Bahkan di Kemenag ada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, itu kader Muhammadiyah. Ada juga Irjen Kemenag yang bukan dari NU," terang Gus Yaqut.
Lebih lanjut, Gus Yaqut menyatakan NU memiliki karakter yang terbuka dan inklusif. Kehadiran NU diabdikan bagi kepentingan dan kemaslahatan yang lebih besar.
" Karena keterbukaan dan mengedepankan kemaslahatan itu sifat dasar NU," ucap dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?