Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pria pengungsi Suriah yang menjadi korban penjegalan wartawati N1TV telah mendapat pekerjaan sebagai pelatih sepakbola di Spanyol.
Pusat Pelatihan Pelatih Sepakbola Nasional Spanyol, Cenafe, memutuskan mengangkat pria tersebut. Mereka menjanjikan sang pengungsi itu akan bekerja secepatnya.
Pria itu dijegal oleh reporter TV Hungaria hingga terjatuh saat lari dari kejaran polisi di perbatasan Serbia awal bulan ini. Padahal, dia tengah menggendong anaknya yang berusia tujuh tahun.
Insiden itu terekam dalam sebuah video dan tersebar di dunia maya. Video tersebut seketika memicu kemarahan di seluruh dunia.
Pria Suriah, yang seharusnya tiba di Spanyol pada Rabu malam kemarin, adalah pelatih di negara asalnya. Dia sukses mengantarkan klub Al-Fotuwa menjadi juara di liga utama.
Pria tersebut melarikan diri dari perang di Suriah bersama anaknya. Dia meninggalkan istri dan dua anak lainnya, menurut Presiden Cenafe Miguel Angel Galan.
Galan mengatakan ia berhasil menghubungi pria tersebut, yang akhirnya berhasil sampai ke Munich, Jerman, melalui kontak dengan orang-orang Arab yang tinggal di Spanyol.
Galan mengatakan seluruh keluarga pria itu akan dibawa ke Spanyol, menurut koran olahraga Spanyol 'As'.
" Saya akan membayar semuanya, dan masyarakat (di Cenafe) juga telah menjanjikan bantuan," kata Galan.
Ketika pria itu mencapai Munich, ia bertemu anak sulungnya yang berusia 18 tahun, yang telah tinggal di kota itu selama beberapa waktu.
Reporter yang menjegal pria itu akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, kantor berita MTI melaporkan pekan lalu.
Selain didakwa melakukan tindakan kriminal, reporter bernama Petra Laszlo itu juga telah dipecat oleh N1TV, saluran televisi internet yang disebut-sebut dekat dengan Partai Jobbik, partai oposisi pemerintah Hungaria yang berhaluan kanan.
Sumber: sbs.com.au
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya