Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ameer Mehtr (Sumber : Thesundaytimes.co.uk)
Dream - Perjalanan paling mematikan seorang pengungsi Suriah bernama Ameer Mehtr telah berhasil dilalui. Amer terpaksa menerjang gelombang besar dan arus yang mematikan pasca memutuskan berenang sejauh 4 mil.
Selama hampir 7 jam pria suriah ini berenang menyebrangi laut Aegan dari Turki ke pulau Samos, Yunani.

Dilansir dari laman thesundaytimes.co.uk, Ameer mengaku tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya penyelundupan. Terutama setelah keluarganya kehilangan rumah dan semua hartanya karena perang saudara di Suriah.
Beruntung, dahulu Ameer adalah seorang atlit renang yang kerap kali berlatih bersama tim Nasional Suriah di Damaskus. Mengingat hal itu, ia menyadari satu-satunya kesempatan memulai hidup baru di Eropa adalah dengan memberanikan diri untuk berenang.
Ameer pun mempersiapkan diri selama beberapa bulan dengan berlatih hampir setiap hari. Sampai pada akhirnya memberanikan diri memulai perjalananya pada September lalu.
Melawan segalan rintangan, entah bagaimana ia berhasil sampai ke Samos. Cobaan pun tidak berhenti sampai di situ. Ameer masih harus berjalan sejauh 7 mil sebelum akhirnya sampai di pelabuhan, dimana secara resmi ia bisa mendaftar sebagai pengungsi Uni Eropa.
" Setiap detik saya berpikir akan mati, tetapi saya harus terus berjalan karena di depan sana adalah masa depan saya'' ujarnya kepada thesundaytimes.
Ameer melanjutkan kisahnya sama sekali buka apa-apa. Karena ia salah satu dari sekian banyak pengungsi yang melakukan hal ekstrem untuk mempertahankan hidup.


Menurut organisasi internasional untuk migrasi, Lebih dari 2.800 imigran dilaporkan tewas saat mencoba untuk menyeberang ke eropa.
Ini adalah sebuah kisah luar biasa tentang bagaimana para korban dari perang tiada akhir berjuang untuk bertahan hidup. Demi mendapatkan kehidupan yang layak di duna ini. (Ism, Sumber : thesundaytimes.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya