Penjelasan Ahli Geofisika Soal Suara `Sangkakala Kiamat`

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 28 Mei 2015 07:33
Penjelasan Ahli Geofisika Soal Suara `Sangkakala Kiamat`
Suara-suara itu sebenarnya tidak bisa didengar oleh telinga normal manusia.

Dream - Suara aneh mirip terompet dilaporkan terdengar oleh sejumlah besar orang di berbagai belahan dunia sejak musim panas 2011. Banyak menyebutnya The Sound of the Apocalypse atau Suara Kiamat.

Informasi tentang fenomena aneh itu berasal dari seluruh dunia: Amerika Serikat, Inggris, Kosta Rika, Rusia, Republik Ceko, Australia, dan sebagainya.

Banyak dari mereka mengunggah video yang berisi suara aneh dari langit ke YouTube. Namun hingga kini belum dipastikan soal kebenarannya.

Menurut Elchin Khalilov, ahli geofisika Azerbaijan, suara-suara itu sebenarnya tidak bisa didengar oleh telinga normal manusia.

" Kami telah menganalisis catatan suara tersebut dan menemukan bahwa sebagian besar spektrum mereka terletak dalam kisaran infrasonik, yang tidak terdengar oleh manusia. Apa yang orang dengar adalah hanya sebagian kecil dari kekuatan sebenarnya dari suara-suara tersebut," kata dia dikutip Dream dari Sott.net, Kamis 28 Mei 2015.

Kata, suara-suara itu adalah emisi suara frekuensi rendah dalam kisaran antara 20 dan 100 Hz yang dimodulasi oleh gelombang infrasonik ultra-rendah 0,1-15 Hz.

Dalam geofisika, suara-suara ini disebut gelombang akustik-gravitasi yang terbentuk di bagian atas atmosfer, khususnya pada batas antara atmosfer dan ionosfer.

Ada cukup banyak penyebab mengapa gelombang tersebut dihasilkan. Di antaranya gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan, badai, tsunami, dan sebagainya.

Namun, skala suara mirip terompet yang terdengar di berbagai wilayah itu, kekuatannya jauh melebihi dari yang dihasilkan oleh penyebab yang disebutkan di atas.

Untuk itu, sumber pemicu gelombang akustik-gravitasi haruslah memiliki energi dalam skala besar. Satu-satunya sumber energi dalam skala besar adalah jilatan api matahari yang kuat dan energi arus besar yang dihasilkan olehnya.

Jilatan tersebut, bersama dengan energi yang dibawanya, menuju ke permukaan Bumi dan menimbulkan ketidakstabilan pada magnetosfer, ionosfer dan atmosfer atas.

Namun, munculnya suara-suara itu juga bisa disebabkan oleh inti Bumi sendiri, kata Khalilov.

Percepatan putaran kutub magnet Bumi sebelah utara meningkat lebih dari lima kali lipat antara tahun 1998 dan 2003. Dan pada tingkat yang sama pada saat ini telah meningkatkan proses energi dalam inti Bumi yang membentuk medan geomagnetik. (Ism) 

1 dari 5 halaman

Misteri Bunyi Aneh, Bak Suara Terompet dari Langit

Misteri Bunyi Aneh, Bak Suara Terompet dari Langit © Dream

Misteri Bunyi Aneh, Bak Suara Terompet dari Langit

Dream - Beberapa rekaman video dari berbagai belahan dunia berhasil menangkap bunyi menyeramkan yang datang dari langit.

Rekaman dari Jerman, Kanada, Amerika Serikat, Ukraina dan Belarus tersebut masing-masing memiliki bunyi yang sama yakni seperti suara terompet besar ditiup.

Rekaman bunyi terompet pertama kali datang dari Belarus pada 2008 lalu.

Kemudian pada Juni 2013, Kimberly Wookey, dari British Columbia di Kanada juga merekam suara serupa yang datang dari langit.

Sejak itu, dia beberapa kali berhasil menangkap suara yang sama. Yang terbaru, dia merekamnya pada tanggal 7 Mei lalu.

" Saya sebenarnya tidak terlalu percaya pada segala yang berkaitan dengan agama atau alien," katanya.

" Mungkin suara-suara terompet itu hanyal fenomena geofisika."

Sementara itu, Aaron Traylor dari Montana, AS, mengatakan dia sering mengalami mimpi buruk sejak mengunggah video dengan suara menakutkan tersebut.

" Istri saya sampai membangunkan saya dari tidur karena saya berteriak kencang saat mimpi buruk," katanya.

" Saya mendengar suara aneh itu saat berjalan-jalan dengan anjing dan anak saya. Ketika itu, anjing saya sampai menegakkan telinganya dan anak saya tidak mau lagi melanjutkan jalan-jalannya."

Namun apakah yang sebenarnya terjadi?

Menurut Badan Antariksa AS, NASA, fenomena itu kemungkinan adalah bunyi latar belakang yang ditimbulkan oleh Bumi.

" Jika manusia memiliki antena radio, bukan telinga, kita akan mendengar sebuah simfoni luar biasa dari suara-suara aneh yang datang dari planet kita sendiri. Para ilmuwan menyebutnyatweeks, whistlers, dan sferics," bunyi pernyataan NASA.

" Bunyi-bunyi terdengar seperti musik latar belakang dari film fiksi ilmiah, tapi ini bukan fiksi ilmiah. Itu adalah emisi radio alami Bumi yang nyata dan meskipun kita sebagian besar tidak melihatnya, bunyi-bunyi tersebut ada di sekitar kita sepanjang waktu."

(Sumber: Metro.co.uk)

2 dari 5 halaman

Misteri Suara Dengungan Bumi Terungkap!

Misteri Suara Dengungan Bumi Terungkap! © Dream

Misteri Suara Dengungan Bumi Terungkap!

Dream - Misteri soal Bumi mendengung akhirnya terkuak. Peneliti berhasil menemukan penyebab mengapa Bumi selalu bergetar dan mendengung setiap saat. Biasanya manusia baru merasakan getaran Bumi jika terjadi gempa pada skala tertentu.

Akan tetapi sejak akhir tahun 1990-an, para peneliti baru mengetahui bahwa Bumi sebenarnya terus bergetar dan mendengung dalam frekuensi sangat rendah meski tidak terjadi gempa.

Dikutip Dream dari laman Live Science, Sabtu 18 April 2015, getaran dalam frekuensi sangat rendah yang tak terasa oleh manusia itu disebut dengan mikroseismik.

Dengan meneliti mikroseismik, peneliti kini tahu bahwa penyebab getaran dan dengungan Bumi yang terus terjadi adalah gelombang laut.

Sebelumnya, banyak ahli yang mengungkap teori kenapa Bumi bergetar dan mendengung. Salah satu teori menyebut, Bumi bergetar dan mendengung jika gelombang laut besar menghantam pegunungan dasar laut dan dasar benua bawah air.

Sementara teori lain menyebut tabrakan gelombang laut memicu getaran hingga menjadi gempa.

Namun tidak satu pun dari kedua teori itu yang mengindikasikan tentang getaran yang terlihat pada sensor gempa.

Setelah menggabungkan dua studi tersebut menjadi satu model, peneliti mendapat kesimpulan tentang sinyal mikroseismik.

Dengan menggunakan model komputer untuk laut, angin dan dasar laut, peneliti menemukan tabrakan gelombang laut bisa menghasilkan gelombang seismik. Gelombang tersebut butuh waktu 13 detik atau kurang dari itu untuk menghasilkan satu gemuruh.

Jika gelombang yang muncul lebih lambat, peneliti menemukan gelombang laut bergerak di atas dasar laut mampu menghasilkan gelombang seismik dengan frekuensi antara 13 sampai 300 detik.

Peneliti mengatakan gelombang laut panjang itulah yang menjadi pemicu dengungan Bumi. Tekanan gelombang laut yang lebih lama di dasar laut menyebabkan sebagian besar dengungan Bumi.

" Penelitian lebih dalam tentang dengungan ini bisa membantu peneliti menghasilkan peta interior Bumi yang lebih baik," kata Fabrice Ardhuin, pakar kelautan Perancis di French Research Institute for Exploitation of the Sea.

Masalahnya, gelombang seismik ini dapat menembus mantel Bumi dan berpotensi hingga mencapai inti Bumi. Dengan demikian, dengan menganalisis gelombang seismik ini, manusia bisa membuat struktur detail dari planet Bumi. (Ism) 

3 dari 5 halaman

Teori-teori yang Jelaskan Suara `Sangkakala Kiamat`

Teori-teori yang Jelaskan Suara `Sangkakala Kiamat` © Dream

Teori-teori yang Jelaskan Suara `Sangkakala Kiamat`

Dream - Namun banyak juga yang menganggap suara mirip terompet itu adalah tanda-tanda kiamat akan datang. Aaron Traylor, warga Kota Montana, AS, merekam pengalamannya mendengar suara dari langit pada 18 Februari 2012.

Dia mengaku terkejut suara yang dia dengar mirip suara terompet sangkakala, penanda akhir zaman.

" Meski berusaha mencari jawaban logis, gagasan bahwa ini tanda akhir zaman bermunculan di kepala saya. Bagaimana bila suara ini termasuk tanda-tanda tersebut," kata Traylor. Selengkapnya: Teori-teori Perjelas `Sangkakala Kiamat`. (Ism) 

4 dari 5 halaman

Suara Terompet Misterius dari Langit di Berbagai Belahan Dunia

Suara Terompet Misterius dari Langit di Berbagai Belahan Dunia © Dream

Suara Terompet Misterius dari Langit di Berbagai Belahan Dunia

Dream - Beberapa rekaman video dari berbagai belahan dunia berhasil menangkap bunyi menyeramkan yang datang dari langit.

Rekaman dari Jerman, Kanada, Amerika Serikat, Ukraina dan Belarus tersebut masing-masing memiliki bunyi yang sama yakni seperti suara terompet besar ditiup.

Menurut Badan Antariksa AS, NASA, fenomena itu kemungkinan adalah bunyi latar belakang yang ditimbulkan oleh Bumi. Simak videonya!

 

(Ism, Sumber: YouTube)

5 dari 5 halaman

Ada Alam Semesta Kembaran yang Berjalan Mudur

Ada Alam Semesta Kembaran yang Berjalan Mudur © Dream

Ada Alam Semesta Kembaran yang Berjalan Mudur

Dream - Para ilmuwan telah mengusulkan teori baru yang radikal tentang waktu. Perjalanan waktu yang terus maju telah membuat bingung para ilmuwan selama lebih dari satu abad.

Namun kini teori baru telah diusulkan yang mungkin membantu menjawab beberapa pertanyaan. Setidaknya teori yang berkaitan dengan awal waktu dan apa yang terjadi di 'masa lalu'.

Mereka mengatakan bahwa pada saat terjadi Big Bang, sebuah alam semesta kembaran dari dunia kita tercipta dan bergerak dalam arah yang berlawanan melalui waktu.

Dan makhluk cerdas di masing-masing alam semesta itu akan merasakan yang lain bergerak mundur melalui waktu.

Jadi jika waktu bergerak maju di alam semesta kita, maka hal itu dilihat berjalan mundur di alam semesta kembaran lain.

Teori radikal ini dicetuskan oleh Julian Barbour dari College Farm di Inggris, Tim Koslowski dari University of New Brunswick di Kanada, dan Flavio Mercati dari Perimeter Institute for Theoretical Physics juga dari Kanada.

Mereka berusaha menjawab pertanyaan yang masih mengambang tentang konsep panah waktu yang menyatakan bahwa waktu adalah 'simetris' dan semuanya bergerak ke maju.

Menurut mereka, ledakan Big Bang akan menciptakan tidak hanya satu tapi dua alam semesta, yang keduanya bergerak sama di setiap arah melalui waktu tapi saling berlawanan.

" Waktu adalah sebuah misteri," kata Barbour kepada MailOnline, Jumat 11 Desember 2014.

" Pada dasarnya, semua hukum fisika sama semua kemana pun waktu berjalan, dan di dunia di mana kita hidup semuanya berjalan dalam satu arah."

Dengan merakit simulasi model sederhana dengan 1.000 partikel, para peneliti menyatakan teori bahwa jika waktu bergerak maju dalam alam semesta kita, maka akan bergerak mundur di alam semesta lain dari Big Bang.

Alam semesta kembaran tersebut tidak akan persis sama seperti kita. Meskipun itu akan berkembang dan berubah dengan caranya sendiri, benar-benar terpisah dari kita sendiri.

Namun, semuanya akan tunduk pada hukum fisika yang sama, sehingga kemungkinan alam semesta kembaran itu akan memiliki planet, bintang dan galaksi seperti di kosmos versi kita. (Ism)

Beri Komentar