Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
Meskipun Penyapu Jalan, Pria Ini Telah Menyumbangkan Senilai Ratusan Juta Rupiah Untuk Anak-anak Miskin. (Foto: Oddity Central)
Dream – Seorang penyapu jalan di Tiongkok dielu-elukan belakangan ini. Pria berusia 58 tahun ini disebut-sebut telah menyumbang lebih dari 180 ribu yuan (Rp378,26 juta) untuk membantu anak miskin dalam 30 tahun terakhir.
Sementara itu, gajinya per bulan hanya sebesar 2 ribu yuan (Rp4,2 juta) per bulan. Dikutip dari Oddity Central, Rabu 17 April 2019, pria ini bernama Zhao.
Lelaki asal Liaoning, Tiongkok, ini terbilang sangat hemat. Sebagian besar makanannya adalah mie rebus. Dia tidak pernah membeli baju baru selama 30 tahun terakhir.
Dia dan keluarganya tinggal di rumah yang sederhana. Dengan gaji 2 ribu yuan, sebenarnya, Zhao bisa memiliki hidup yang lebih nyaman.
Namun, pria ini memilih untuk membantu anak-anak miskin selama 30 tahun terakhir dan menjaga keluarganya.
Ayah Zhao meninggal dunia sejak penyapu jalan ini masih muda. Ibunya mengalami sakit jiwa. Kehidupan Zhao bergantung kepada uluran tangan orang.
Anak muda ini mengenal betul kemiskinan dan diabaikan orang-orang. Tapi, warga desa di tempat dia tinggal, membantu Zhao.
Anak ini pun mendapatkan makanan sehari-hari dari 100 warga desa. Dari situlah, dia mendedikasikan untuk membalas kebaikan orang-orang dengan membantu anak-anak miskin.
Semula, keluarganya tak mengerti sama sekali dan banyak orang tak paham bagaimana dia mendonasikan sebagian besar gajinya. Tapi, Zhao yakin dirinya telah melakukan hal yang benar.
Zhao menjual rumah tempat tinggalnya sendiri beberapa tahun terakhir. Kini, keluarganya tinggal di rumah sewa. Semula, sang istri terus bertanya mengapa membantu orang lain sementara keluarganya masih berjuang untuk hidup cukup.
Zhao mengajak istri ke desa di puncak gunung untuk melihat kondisi anak-anak yang dibantu. Melihat situasi itu, sang istri paham dan tidak berdebat lagi dengannya.
“ Saya mempoisisikan diri sebagai anak-anak ini. Saya tak punya cukup makanan dan merasa tidak dibantu. Makanya, saya ingin membantu mereka mengubah takdir,” kata dia.
Terlepas dari pakaian-pakaian yang melekat di badannya, yang paling penting yang dimiliki Zhap adalah setumpuk sertifikat donasi selama 30 tahun.
Berdasarkan OMG Taiwan, dia telah mendonasikan lebih dari 180 ribu yuan. Ya, sumbangan dari seorang pria yang tidak kaya.
Namun, Zhao tak pernah balasan apa pun dari uang yang telah disumbangkan. Kebaikan hati Zhao terbalas pada Desember tahun lalu.
Dia terserang penyumbatan usus dan kala itu sang istri pergi. Tak ada satu pun yang merawatnya. Beruntungnya, anak-anak yang dibantu Zhao datang dan menemaninya.
Zhao kini berusia hampir 60 tahun dan pekerjaannya menjadi lebih sulit baginya karena semakin menua.
Tapi, dia menolak untuk menyerah. Pekerjaan menyapu jalan inilah satu-satunya jalan untuk membantu anak-anak miskin yang dirawatnya. (ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?