Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Penyesalan Pasien Covid-19 Pernah Arogan Menolak Vaksin (Foto Ilustrasi Shutterstock)
Dream - Peningkatan kasus Covid-19 dialami sejumlah negara selain Indonesia. Rumah sakit menjadi sesak akibat pasien Covid-19 terlalu banyak.
Dari pasien yang terinfeksi, beberapa di antaranya ternyata pernah menolak menerima vaksin. Kini mereka harus bertarung nyawa karena mengandalkan jantung terus berdetak melalui mesin ventilator.
Rasa menyesal diungkapkan Faisal Bashir, 54 tahun. Faisal merupakan warga negara Inggris yang sempat menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan Bradford Royal Infirmary, West Yorkshire, Inggris.
" Saya ditawari vaksin, tapi saya arogan," ujar Faisal.
Dia mengaku kerap ke gym, bersepeda, berjalan, dan berlari. Dari aktivitas rutin tersebut, Faisal yakin akan kuat dan tetap sehat sehingga merasa tidak perlu mendapat vaksin Covid-19.
" Kenyataannya, saya tidak bisa menghindar dari virus. Virus tetap menyerang saya. Saya tidak tahu bagaimana atau di mana (tertular)," kata dia.
Faisal sudah pulang setelah sepekan menjalani perawatan intensif. Dia pun memperingatkan orang lain untuk tidak membuat kesalahan.
" Orang-orang memenuhi rumah sakit dengan mengambil risiko dan itu salah. Saya merasa tidak enak. Saya merasa sangat buruk tentang hal itu dan saya berharap dengan berbicara itu membantu orang lain menghindari ini," kata dia.
Faisal adalah salah satu pasien Covid gelombang keempat di Bradford Royal Infirmary. Bulan lalu, jumlah pasien di rumah sakit dengan Covid turun menjadi satu digit untuk pertama kalinya sejak musim panas lalu.

Sementara pekan ini menuju 50 pasien karena varian Delta menaklukkan semua sebelumnya. Ini mencerminkan peningkatan angka penularan di masyarakat Inggris.
Angka Covid-19 naik sepertiga dalam minggu lalu, menjadi hampir 400 kasus per 100 ribu. Lonjakan didominasi kaum muda dengan tingkat remaja melebihi 750 per 100 ribu, dan mereka yang berusia 20-an tidak jauh di belakang.
Meskipun beberapa dari mereka berakhir di rumah sakit, pasien sekarang rata-rata lebih muda daripada gelombang sebelumnya. Pasien yang dirawat rata-rata pada usia 30-an dan 40-an.
Epidemiolog sekaligus Kepala Institut Penelitian Kesehatan Bradford, John Wright, punya pengalaman senada. Sepanjang kariernya, dia sudah berinteraksi dengan banyak sekali wabah seperti kolera, HIV, maupun Ebola.
Dia sempat mengkhawatirkan vaksin Covid-19 karena kecepatan peluncurannya. Tapi ujungnya, dia harus dirawat intensif selama sembilan hari, momen pertama kalinya Wright menghabiskan malam di rumah sakit sejak tiba dari Maroko pada 1985.
" Sangat menyenangkan bisa hidup kembali," katanya.
Wright bercerita istrinya sudah mendapatkan vaksin penuh namun tidak dengan dia. Alasannya, dia butuh waktu untuk bisa menerima vaksin.
" Saya berpikir bahwa dalam hidup saya, saya hidup dengan virus, bakteri, dan saya pikir sistem kekebalan saya cukup baik," kata dia.
Wright memiliki gejala Covid pada awal pandemi. Tetapi dia tetap berpikir sistem imun tubuhnya mampu mengenali virus.
" Ini adalah kesalahan terbesar dalam hidup saya. Itu hampir mengorbankan hidup saya. Saya telah membuat banyak keputusan konyol dalam hidup saya, tetapi ini adalah yang paling berbahaya dan serius," kata dia, dikutip dari BBC.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam