Guru Dipecat karena Terlalu Sering Cuti Sakit, Ternyata Penyebabnya Bikin Miris

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 22 Juli 2021 09:00
Guru Dipecat karena Terlalu Sering Cuti Sakit, Ternyata Penyebabnya Bikin Miris
Kerap kali mengambil cuti akibat kondisi penyakit yang diderita, guru ini akhirnya di pecat.

Dream - Belakangan seorang guru dipecat karena terlalu sering mengambil cuti sakit. Hal ini lantaran dirinya terdiagnosa mengidap serangan asma akibat semprotan deodoran yang dipakai murid-muridnya.

Alison Grant-Ryder, 62 tahun, merupakan guru di Sekolah Maelor, Wrexham, Wales Utara, Inggris, selama tiga tahun. Namun dirinya baru pertama kali mengalami serangan asma di tempat kerja pada 2013.

Ryder mengaku terkena asma akibat terlalu sering menghirup bau hairspray dan deodoran para muridnya yang selalu memakainya sebelum masuk kelas, padahal penggunaannya sudah dilarang di sekolah.

1 dari 6 halaman

Kasus Masuk Persidangan

Akibat penyakit asma, ia kerap kali mengambil cuti sakit dan ternyata hal ini tidak bisa ditolerir pengurus sekolah. Ia akhirnya dipecat.

Dikutip dari metro.co.uk, Rabu 21 Juli 2021, Ryder tetap bekerja meski mengalami beberapa gejala yang berkaitan dengan penyakit asmanya.

Kasus Ryder akhirnya terdengar oleh pengadilan setempat.

2 dari 6 halaman

Mendapat Kompensasi

Dalam pengadilan kasus Ryder, pihak sekolah dinyatakan telah melanggar Undang-Undang tentang penggunaan aerosol di dalam ruangan kelas yang dapat menimbulkan kerugiaan fisik.

Dalam persidangan tersebut, Ryder memenangkan kompensasi atas hilangnya pendapatan bulanan dan kerugiaan atas perasaan.

Serikat pekerja NASUWT (serikat pekerja pendidik Inggris), mendukung kasus ini dan sangat senang dengan keputusan yang diputuskan pengadilan.

3 dari 6 halaman

Mengenal Penyakit Asma, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dream - Penyakit asma merupakan salah satu penyakit yang umum dirasakan oleh banyak orang di seluruh dunia.

Menurut WHO, perkiraan ada lebih dari 339 juta orang di seluruh dunia yang menderita penyakit ini pada 2016. 

Berkaitan mengenai gejalanya, penyakit asma bisa dirasakan dengan gejala ringan hingga berat. Jika sudah berat, ancaman kematian bisa saja datang. 

Berbeda dengan penyakit yang berasal dari virus, asma tidak dapat diluarkan. Asma terjadi akibat peradangan dan penyempitan saluran udara di paru-paru, hasilnya saluran tersebut akan dipenuhi lendir.

Lalu seperti apa gejala, penyebab dan cara mengatasi penyakit asma? Melansir dari Sehatq, berikut penjelasannya. 

 

 

4 dari 6 halaman

Gejala Asma

Asma dapat muncul ketika penderita menghirup udara atau partikel yang memicu reaksi alergi. Lapisan saluran bronkial akan membengkak dan menyebabkan saluran udara menyempit.

Aliran udara yang berkurang membuat seseorang mengalami kesulitan napas. Adapun gejala-gejala umum yang biasa terjadi antara lain:

  • Sesak napas
  • Dada sesak atau nyeri
  • Pilek atau flu yang memperburuk sesak napas dan mengi
  • Sulit tidur
  • Kelelahan di siang hari
  • Berkurangnya tingkat aktivitas.

Beberapa gejala dapat muncul bersamaan dalam sehari. Biasanya, asma akan makin parah apabila seseorang melakukan aktivitas fisik atau pada malam hari. 

5 dari 6 halaman

Penyebab Asma

Menurut para dokter, munculnya asma erat dikaitkan dengan faktor genetik dan lingkungan. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang turut memicu, yakni:

  • Tungau debu
  • Bulu hewan peliharaan
  • Serbuk sari
  • Asap tembakau
  • Zat kimia
  • Polusi udara
  • Udara dingin
  • Gairah emosional yang ekstrem, seperti kemarahan atau ketakutan
  • Latihan fisik
  • Obat-obatan tertentu, seperti aspirin, beta-blocker, dan obat antiradang nonsteroid
  • Infeksi saluran pernapasan, misalnya flu
  • Sulfit dan pengawet yang ditambahkan ke beberapa jenis makanan atau minuman, termasuk udang, buah kering, kentang olahan, bir, dan anggur
  • Penyakit GERD, membuat asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Agar terhindar dari serangan asma, sebaiknya penderita asma berhati-hati dari beberapa faktor pemicu yang sudah disebutkan. 

6 dari 6 halaman

Cara Mengatasi Asma

Seperti yang disebutkan, penderita asma tidak bisa seratus persen disembuhkan. Namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar mengendalikan penyakit ini. Perawatan untuk penderita asma dibagi menjadi tiga kategori utama, yakni:

1. Hindari pemicu

Penderita asma sebaiknya menghindari berbagai faktor yang menjadi pemicu asma. Seperti, akibat debu, udara dingin dan latihan fisik berlebihan. 

2. Melatih Pernapasan

Cobalah teknik berlatih pernapasan untuk membantu tubuh menghirup udara lebuh banyak. Jika rutin dilakukan, teknik ini dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru dan mengurangi gejala asma yang parah. 

3. Bronkodilator

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan yakni mencari obat bronkodilator, seperti inhaler atau nebulizer. Mereka akan bekerja dalam beberapa menit untuk mengendurkan otot yang mengencang di sekitar saluran udara.

Saat asma datang, duduklah dengan posisi tegak sambil menggunakan inhaler atau nebulizer. Hirup perlahan 2-6 isap untuk membantu meringankan gejala yang timbul. Namun jika gejala tak teratasi, ada baiknya segera mencari bantuan medis. 

 

Beri Komentar