Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hamdi Al Qudsi (theguardian.com)
Dream - Perekrut anggota kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Hamdi Alqudsi, mengaku menyesal telah mengirim anak muda ke Suriah. Pria Australia ini mengira, ISIS akan membantu warga Suriah yang tertindas.
Alqudsi dinyatakan bersalah pada bulan lalu setelah juri mendengar dia telah mengumpulkan tujuh pemuda dan mengirim mereka ke perbatasan Turki dengan Suriah.
Di sana ketujuh pemuda tersebut bertemu dengan pejuang terkenal Australia, Mohammad Ali Baryalei, antara bulan Juni dan Oktober 2013.
Saat mendengarkan vonis pengadilan, Alqudsi menangis dan merasa diperlakukan tidak adil. Dia merasa bukan menjadi bagian dari jaringan teroris dan tidak seharusnya ditahan di sel pelaku terorisme.
© Dream
Dia merasa telah dijebak mengumpulkan donasi bagi warga sipil Suriah melalui organisasi yang terdaftar. Dia menyesal di sisa hidupnya telah membantu teroris.
" Sebagai warga Australia saya seharusnya memikirkan urusan saya sendiri," ujar pria yang tinggal di barat daya Sidney ini di Pengadilan Tinggi New South Wales, dikutip dari The Guardian.
" Saya cinta Australia, saya selalu cinta," tambah pria 42 tahun ini.
Alqudsi mendapat hukuman penjara maksimal 10 tahun atas tujuh tuduhan lantaran membantu kelompok melakukan tindakan kebencian.
Dia mengatakan dalam pengadilan dia tidak pernah menyuruh para pemuda untuk pergi ke Suriah. Alqudsi pun mengaku tidak tahu berapa banyak dari mereka yang masih hidup.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya