Penyesalan Perekrut Anggota ISIS

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 26 Agustus 2016 08:44
Penyesalan Perekrut Anggota ISIS
Hamdi Alqudsi, 42 tahun mengaku menyesal telah mengirim anak muda ke Suriah dan lebih mencintai negerinya, Australia.

Dream - Perekrut anggota kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Hamdi Alqudsi, mengaku menyesal telah mengirim anak muda ke Suriah. Pria Australia ini mengira, ISIS akan membantu warga Suriah yang tertindas.

Alqudsi dinyatakan bersalah pada bulan lalu setelah juri mendengar dia telah mengumpulkan tujuh pemuda dan mengirim mereka ke perbatasan Turki dengan Suriah.

Di sana ketujuh pemuda tersebut bertemu dengan pejuang terkenal Australia, Mohammad Ali Baryalei, antara bulan Juni dan Oktober 2013.

Saat mendengarkan vonis pengadilan, Alqudsi menangis dan merasa diperlakukan tidak adil. Dia merasa bukan menjadi bagian dari jaringan teroris dan tidak seharusnya ditahan di sel pelaku terorisme.

1 dari 1 halaman

Dihukum 10 Tahun, Merasa Dijebak

Dia merasa telah dijebak mengumpulkan donasi bagi warga sipil Suriah melalui organisasi yang terdaftar. Dia menyesal di sisa hidupnya telah membantu teroris.

" Sebagai warga Australia saya seharusnya memikirkan urusan saya sendiri," ujar pria yang tinggal di barat daya Sidney ini di Pengadilan Tinggi New South Wales, dikutip dari The Guardian.

" Saya cinta Australia, saya selalu cinta," tambah pria 42 tahun ini.

Alqudsi mendapat hukuman penjara maksimal 10 tahun atas tujuh tuduhan lantaran membantu kelompok melakukan tindakan kebencian.

Dia mengatakan dalam pengadilan dia tidak pernah menyuruh para pemuda untuk pergi ke Suriah. Alqudsi pun mengaku tidak tahu berapa banyak dari mereka yang masih hidup.

Beri Komentar