Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: World Of Buzz
Dream - Berolahraga dengan pergi ke pusat kebugaran (gym) memang bisa membuat tubuh menjadi lebih bugar. Namun kebiasaan ini sebaiknya dilakukan jika kamu yakin kondisi lingkungan benar-benar aman dari wabah penyakit.
Kemalangan itulah yang dirasakan tiga pria China berikut ini. Lantaran pergi ke gym, mereka harus pulang dengan membawa penyakit virus corona.
Wabah virus corona masih sampai saat ini memang masih menghantui penduduk dunia, khususnya China, negara awal penyebaran.
Proses infeksi berjalan sangat masif dan cepat. Tercatat sudah puluhan ribu orang di seluruh dunia terjangkit virus yang bermutasi menjadi 2019-nCoV ini.
Melansir World Of Buzz, jagat maya kembali dihebohkan dengan kisah tiga orang pria yang terinfeksi virus corona.
Ketiga pria itu terinfeksi virus usai memutuskan untuk pergi ke pusat kebugaran di provinsi Anhui.
Padahal, ketiga pria itu sebelumnya tak melakukan perjalanan ke daerah terinfeksi atau berada di dekat hewan-hewan yang rentan membawa virus seperti kelelawar.
Menurut studi epidemiologis ketiga pria itu mungkin saja tertular saat memakai alat gym yang sama dengan yang dipakai orang terinfeksi sebelumnya.
Semua bermula saat ketiga pria itu ingin menghadiri resepsi pernikahan kerabatnya di Anhui.
Sesampainya di Anhui, ketiga pria ini mampir sebentar ke sebuah gym untuk sedikit berolahraga agar penampilan mereka terlihat segar sebelum acara.
Tak ada yang menyadari jika alat gym yang mereka gunakan ternyata bekas digunakan oleh orang yang terinfeksi.
Setelah ditelusuri, gym tersebut sebelumnya dipergunakan dua orang yang menunjukkan gejala terjangkit virus corona.
Setelah pemberitaan ini, kini kedua orang itu telah dikarantina dan dimonitor secara ketat.
Dream - Video mengenai penanganan pasien dan kondisi rumah sakit di China terus beredar di media sosial. Bahkan sejumlah akun media sosial dari Indonesia turut menyebar video kondisi rumah sakit.
Salah satu akun yang turut menyebar video kondisi rumah sakit, yang diklaim di China, yaitu @makassar_iinfo.
Akun itu menampilkan keterangan, " Suasana mencekam sebuah rumah sakit di wuhan terekam kamera, mayat korban virus Corona tergeletak di lantai rumah sakit."

Dalam video tersebut, tampak dua kantong mayat yang tergeletak di lantai rumah sakit. Sementara itu, di sudut ruangan lain, tampak dua mayat yang tergeletak di kursi ruang tunggu.
Bungkusan yang diduga mayat-mayat itu belum dievakuasi ke tempat yang layak.
Berdasarkan unggahan penulis blog, Jennifer Zeng, video itu dibuat direkam secara langsung di sebuah rumah sakit di Wuhan pada 4 Februari 2020.
" Disyuting langsung di sebuah rumah sakit di Wuhan pada 4 Februari 2020," tulis Jennifer di Twitter-nya. Kendati begitu, lanjut Jennifer, video itu masih perlu diklarifikasi detailnya.
Rekaman mengenai kondisi mayat di rumah sakit memicu reaksi dari otoritas China.
Seorang warganet yang diduga bernama Fang Bin dilaporkan melihat kondisi serupa dalam video rekaman tersebut. Dia juga melihat beberapa jenazah ditumpuk dan dibawa menggunakan mobil.
Bin bahkan merekam kejadian di rumah sakit. Termasuk para penderita virus Corona Wuhan terbaring di bangsal sebuah rumah sakit.
Dilaporkan Mirror, Bin merekam sejumlah petugas pakaian pelindung memasukkan kantong mayat ke dalam bus.
Usai aksinya merekam video, Bing dilaporkan dibawa petugas kembali ke flatnya. Bin kemudian diperiksa karena dikhawatirkan terinfeksi virus Corona.
Dilaporkan, beredarnya video semacam ini menambah beban pemerintah China untuk membuka informasi mengenai kondisi pasien yang terjangkit virus Corona Wuhan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya