Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Demi Rayakan Cap Go Meh, China Kirim Pesawat Jemput Warganya di Bali

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 8 Februari 2020 18:29
Demi Rayakan Cap Go Meh, China Kirim Pesawat Jemput Warganya di Bali
Awak pesawat tak diperkenankan turun.

Dream - China mengirimkan satu pesawat sewa untuk menjemput warga negaranya di Bali, Sabtu, 8 Februari 2020 pukul 12.20 WITA. Cara ini, saat ini, rute terbang ke China resmi ditutup pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus corona Wuhan.

Dilaporkan Merdeka.com, proses evakuasi tersebut melalui pesawat maskapai China Eastern. Sebanyak 61 warga negara China dengan rincian 49 penumpang dewasa dan 12 anak-anak, diberangkatkan kembali menuju China dengan penerbangan MU799.

Penerbangan menuju Kota Wuhan tersebut terbang pada pukul 14.11 WITA. 

" Pemulangan sejumlah 61 warga negara China yang masih berada di Bali ini merupakan inisiasi dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT)," kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado.

1 dari 3 halaman

Tidak Ada Status Overstay

Penumpang yang diberangkatkan semua dalam kondisi sehat saat berada di Bali, dan sebelum menaiki pesawat, telah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan suhu tubuh oleh petugas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). 

" Mereka merupakan warga yang tinggal di wilayah Provinsi Hubei," kata Herry.

Dia mengatakan, menurut Konsulat Jenderal RRT, rencana pemulangan WN China yang dilaksanakan pada hari ini, agar mereka bisa merayakan hari raya Cap Go Meh di negara sendiri. 

" Dari pihak imigrasi juga menyatakan bahwa, dari 61 penumpang (di Bali terimbas virus corona), tidak ada yang berstatus overstay," ujarnya.

 

 

 

2 dari 3 halaman

Sesuai Standar

Selain awak kabin, pesawat Boeing 737-800 tersebut juga turut mengangkut tim medis dari China. Selama pesawat berada di area sisi udara Bandar UdaraI Gusti Ngurah Rai, pilot, awak kabin, serta tim medis tidak diperkenankan untuk turun dari pesawat.

Setelah pesawat berhenti sempurna di parking stand, petugas KKP langsung melakukan proses disinfeksi terhadap cockpit crew, awak kabin, bagasi kabin, bagian dalam pesawat, serta muatan kargo di dalam badan pesawat selama 20 menit.

Kemudian, selama proses disinfeksi, sebanyak 6 orang petugas dari KKP dan petugas dari ground handling yang memasuki pesawat mengenakan pakaian proteksi dan pelindung diri sesuai standar yang ditetapkan.

" Hal ini merupakan instruksi dari Kementerian Pertahanan dan dari Kementerian Kesehatan, seperti halnya apa yang dilakukan pada proses pemulangan WNI dari China yang kemudian ditempatkan sementara di Kepulauan Natuna."

" Hal ini demi alasan antisipasi terhadap potensi risiko penyebaran virus Corona. Selain itu, hal tersebut juga sesuai dengan Permenkumham nomor 3 Tahun 2020," ujar Herry.

3 dari 3 halaman

Sesuai SOP

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan, dr. Lucky M. Tjahjono, mengatakan 61 penumpang berada dalam kondisi sehat. 

" Clear untuk 61 penumpang. Tidak ada demam. Dan sesuai dengan pemeriksaan dari tim medis dari China, dinyatakan laik terbang. Prinsipnya adalah laik terbang. Kru kabin dan pilot menggunakan pakaian steril. Semua sudah sesuai dengan SOP," ucap dr. Lucky.

Sebelumnya, pada Rabu, 5 Februari 2020 dini hari lalu, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali telah melepas penerbangan reguler dengan rute tujuan China daratan terakhir.

Penerbangan dari maskapai China Southern CZ626 dengan tujuan Guangzhou yang mengangkut 127 penumpang tersebut menjadi penerbangan terakhir dari Bali menuju wilayah China daratan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Beri Komentar