Kepala BNPT Beber Faktor yang Menyulitkan Pemulangan WNI Eks ISIS

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Sabtu, 8 Februari 2020 06:01
Kepala BNPT Beber Faktor yang Menyulitkan Pemulangan WNI Eks ISIS
Padahal BNPT membutuhkan kepastian terhadap wacana pemulangan WNI yang jadi simpatisan ISIS

Dream - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius mengatakan, belum ada keputusan untuk memulangkan 600 Warga Negara Indonesia (WNI) eks simpatisan ISIS. Saat ini, BNPT masih melakukan verifikasi terhadap data WNI tersebut.

Menurut Suhardi, respons pemerintah daerah yang nanti akan menerima warga yang jadi simpatisan ISIS di Suriah juga masih beragam.  

" Pemerintah daerahnya masih beragam ini responnya soal itu, ada yang merespon ada yang enggak. Padahal mereka itu mantan-mantan deportant mau berangkat ke masing masing daerah, ini tingkat kesulitan yang mau kita sampaikan," ujar Suhardi di kantornya, Jakarta, Jumat 5 Februari 2020.

Dia mengatakan, BNPT selama ini sudah menyiapkan program deradikalisasi untuk WNI yang terlibat atau terpapar radikalisme.

" Saya libatkan ustaz-ustaz dari Muhammadiyah dari NU, dari psikolog termasuk konsultan anak, cuma satu bulan," ujar dia.

Selain itu, pelibatan kementerian dan lembaga juga penting. Sehingga, dalam melakukan upaya deradikalisasi secara efektif.

" Kemudian kita kembalikan ke daerah, saya minta ke Mendagri waktu itu, 'mas tolong kirim dong perwakilan dari daerah tujuan', karena gini ada juga para deportant itu aslinya Sulawesi lalu minta pulangnya ke Malang, karena istrinya dari Malang," ucap dia.(Sah)

1 dari 5 halaman

Menag Tak Dukung Kepulangan 600 WNI Eks ISIS

Dream - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi, menegaskan, Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, tidak mendukung kepulangan 600 WNI eks anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

" Kami ingin menegaskan kembali bahwa tidak benar Menteri Agama mendukung rencana pemulangan 600 WNI eks kelompok teroris ISIS," ujar Zainut dalam keterangan tertulisnya, Kamis 6 Februari 2020.

Menurut Zainut, Kementerian Agama (Kemenag) hingga kini belum menerima draft usulan pemulangan WNI eks ISIS. Kemenag juga berencana akan melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait masalah ini.

" Kami dalam waktu dekat akan melaksanakan rapat koordinasi dengan BNPT dan kementerian/lembaga terkait untuk melakukan kajian secara mendalam dan menyeluruh," ucap dia.

Menurutnya, WNI eks ISIS itu bukankah orang biasa. Selain sudah terpapar radikalisme, mereka juga merupakan orang yang terlibat langsung dengan kegiatan ISIS. Maka dari itu, pemerintah perlu hati-hati melakukan keputusan.

" Perlu dilakukan antisipasi dan kewaspadaan khususnya terhadap gangguan keamanannya," kata dia.

2 dari 5 halaman

Identifikasi Profil

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengatakan, harus ada identifikasi profil WNI eks ISIS yang ingin pulang itu. Dari hasil profiling itu, bisa dikategorikan faktor risiko apa saja yang dapat mempengaruhi risiko keamanan negara.

" Kami akan menyerap dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Sehingga pengambilan keputusannya benar-benar tepat dan dapat dipertanggung jawabkan," ujar dia.

Berbagai program juga sudah dilakukan oleh Kemenag untuk menanggulangi peredaran radikalisme. Program itu yakni kontra narasi dan program humanisasi melalui pendekatan kontra radikalisasi.

Caranya, melakukan penanaman nilai-nilai keindonesiaan. " Dalam prosesnya strategi ini dilakukan melalui pendidikan baik formal maupun non formal di lingkungan sekolah Kementerian Agama," kata dia.

3 dari 5 halaman

Pemerintah Kaji Rencana Pemulangan Eks Simpatisan ISIS

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi menegaskan pemerintah masih mengkaji kemungkinan memulangkan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan ISIS. Rencana pemulangan tersebut masih dikaji berbagai instansi di bawah koordinasi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

" Tentu ada banyak hal yang dipertimbangkan, baik dampak positif maupun negatifnya," kata Fachrul, diakses dari laman resmi Kemenag, Selasa, 4 Februari 2020.

Fachrul mengatakan, pembahasan mengenai rencana pemulangan ini terus dilakukan. Selain dari unsur kementerian, pemerintah juga meminta masukan sejumlah masukan termasuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

" Kita akan terus upayakan langkah terbaik, dengan menjalin sinergi semua elemen masyarakat. Tidak hanya pemerintah, tapi juga LSM dan ormas keagamaan," kata dia.

4 dari 5 halaman

Ada 600 WNI

Fachrul mengatakan, di bawah kepemimpinannya, Kemenag akan terus menguatkan moderasi beragama. Masyarakat, kata dia, akan diberikan pentingnya nilai-nilai moderasi dan toleransi.

Sementara itu, dilaporkan Liputan6.com, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Asep Adisaputra mengatakan, polisi masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memverifikasi 600 WNI pengikut ISIS di Timur Tengah.

" Info ada 600 orang itu, langkahnya diadakan verifikasi. Harus jelas dulu track record-nya," kata Asep.

5 dari 5 halaman

47 Orang Ditahan

Dia memastikan pemerintah akan bertindak dengan cermat dalam memverifikasi para WNI yang kini berada di Suriah tersebut. " Tidak sembarang mengembalikan itu," ujar dia.

Kepolisian juga akan terus mengawasi para WNI ini untuk memastikan bahwa mereka tidak mengajarkan paham-paham radikalisme.

" Kita perlu upaya tetap mengawasi gerak gerik orang tersebut agar tak memaparkan paham radikalisme," katanya.

Dia menambahkan, dari 600 WNI yang akan dipulangkan, 47 orang di antaranya sedang berada dalam tahanan.

" 47 orang sebagai tahanan dan selebihnya pengungsi biasa," ucap dia.

Beri Komentar