Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
WNI Awak Kapal World Dream Menaiki Geladak KRI Dr Soeharso Yang Difasilitasi TNI AL Di Selat Durian Kepulauan Riau, Rabu (26/2/2020).
Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan fasilitas observasi di Pulau Sebaru. Lokasi tersebut akan digunakan untuk mengobservasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari kapal pesiar World Dream, Kamis, 27 Februari 2020.
" Hasil dari peninjauan lokasi tersebut yaitu persiapan lokasi penempatan WNI telah mencapai 85 persen," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo
Sementara itu, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, agar proses persiapan rampung pada Jumat, 28 Februari 2020 sebelum pukul 08.00 WIB.
Waktu tersebut yaitu perkiraaan KRI dr. Soeharso yang membawa WNI dari titik temu kapal pesiar World Dream di Kepuauan Riau akan tiba di Pulau Sebaru.
“ Kesiapan sudah 85 persen. Tinggal melengkapi fasilitas pendukung yang lain,” kata Hadi.
Hadi mengatakan, proses persiapan kelengkapan baik dari fasilitas, personel serta alutsista untuk menyambut peserta observasi tersebut tergolong cepat.
Seluruh kelengkapan tersebut dikirim dari Jakarta pada Rabu, 26 Februari 2020 sore menggunakan KRI Banda Aceh dan dibongkar di perairan Sebaru pada Kamis, 27 Februari 2020 dini hari.
Setelah mendarat di Pulau Sebaru, tim segera melakukan pengerjaan persiapan kelengkapan fasilitas tersebut.
Direktur Pengelolaan Logistik BNPB, Rustian memastikan bahwa fasilitas disiapkan untuk observasi WNI ini lebih bagus dari yang sudah pernah dilakukan di Natuna pada akhir Januari 2020.
" Pulau Sebaru ini adalah rumah. Jadi ada kamar-kamarmya bagus, fasilitasnya sudah lengkap dan jauh lebih bagus dari Natuna sebelumnya. Diestimasikan dapat menampung sekitar 200 orang,” ungkap Rustian di Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.
Selain itu, untuk melancarkan proses observasi selama 14 hari sesuai ketentuan Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 760 lebih sumber daya manusia dari Tentara Nasional Indonesia, BNPB, dan tim tenaga kesehatan dari Kementerian Kesehatan disiagakan di Pulau Sebaru.
TNI juga membuat helipad khusus untuk menyiagakan helikopter sebagai salah satu penunjang kebutuhan observasi.
Sebagai informasi, Pulau Sebaru menjadi lokasi yang dipilih Pemerintah Indonesia untuk observasi sebanyak 188 WNI yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) kapal pesiar World Dream terkait virus corona, Covid-19.
Pulau Sebaru merupakan pulau kecil tak berpenghuni yang pernah digunakan untuk rehabilitasi pecandu narkoba pada 2003-2007 dan berlanjut pada 2012.
Pulau yang berada di gugusan Kepulauan Seribu tersebut terdapat delapan bangunan yang dapat digunakan dengan kondisi terawat.
Dalam hal ini, tiga bangunan akan dipakai untuk tempat tinggal sementara bagi WNI laki-laki selama observasi, satu bangunan untuk WNI wanita dan satu bangunan akan digunakan untuk ruangan isolasi. Satu bangunan akan disiagakan untuk posko kesehatan, satu bangunan untuk ruang karantina dan satu bangunan untuk ruangan ring satu.
Dream - Sebaran virus corona, Covid-19, membuat sejumlah tradisi perlu dihindari. Salah satunya ciuman pipi kiri dan kanan alias cipika cipiki. Memang belum ada larangan resmi tapi baru sekadar saran para ahli.
Para ahli mendesak warga Italia untuk menghindari ciuman pipi karena kondisi itu memicu penyebaran Covid-19. Sebab di Italia, setelah 12 orang di negara itu meninggal.
Para ahli khawatir salam hangat tradisional di Eropa itu bisa memicu penyebaran penyakit. Para ahli mengatakan, membatasi kontak, termasuk kecupan di pipi dan pelukan saudara, dapat membantu memperlambat wabah penyakit.
Dilaporkan Daily Star, Seorang ahli penyakit menular di University of Minnesota, Michael Osterholm, mengatakan, cara ini dilakukan agar masyarakat aktif mengurangi risikomu.
Giorgia Nigri, seorang ekonom berusia 36 tahun di Roma, mengatakan, " Para ahli sudah mulai menyarankan agar kita tidak saling memberi ciuman di pipi sebagai salam atau salam perpisahan dengan orang asing, itu masuk akal.”
Direktur Regional WHO untuk Eropa, Hans Kluge, mengatakan tadi malam sekarang ada lebih dari 80.000 kasus Covid-19 di 34 negara.
“ Sambil memerangi penyakit ini dan penyebarannya, kita juga harus belajar dari respons di Italia. Pengalaman kamu, sesulit apa pun, juga sangat berharga bagi pemahaman kami tentang cara mengatasi penyakit ini," ucap Hans.
“ Beban Covid-19 adalah beban bersama yang membutuhkan respons kolektif dari mereka yang dekat dan jauh dari dampak langsungnya saat ini. Setiap orang perlu melakukan bagian mereka," kata dia.
Hans meminta, orang-orang Italia untuk melindungi diri dan otoritas kesehatan publik dan sehat saat bepergian.
" Ini termasuk mengamati kebersihan tangan dan pernapasan,” kata dia.
Dream - Produsen mobil dari China, Geely, resmi menjual SUV subkompak Icon pada 24 Februari 2020. Peluncurannya dilakukan secara online dan ditonton oleh jutaan orang. Geely bahkan membukukan preorder 30 ribu unit jelang peluncuran mobil ini.
Dikutip dari Carscoops, Kamis 27 Februari 2020, Geely membekali mobil ini dengan fitur teknologi antivirus yang membetot perhatian. Mobil Icon dilengkapi dengan teknologi Intelligent Air Purification System (IAPS).
Teknologi yang dibenamkan bersama AC ini diklaim bisa mengisolasi dan mengenyahkan partikel berbahaya di dalam udara kabin, termasuk bakteri dan virus. Ya, teknologi ini bisa menjadi magnet untuk menarik konsumen China mengingat ada wabah virus Corona.
Mobil Icon ini menggunakan desain yang minimalis. Subkompak SUV memiliki bodi dengan siluet yang tegas, lampu utama mobil terpisah, dan menggunakan grille “ Expanding Cosmo”. Mobil ini juga didesain dengan loop tailight signature dan pop out door handles.
Di bagian interior, terdapat sistem infotainmeny GKUI Geely Smart Ecosistem. Sistem ini tertanam di pusat komando interaktif di layar 10,25 inci.
Untuk sistem keamanan, Icon mengemas teknologi berkendara cerdas L2+ yang diaktifkan dengan 12 radar ultrasonik, radar gelombang milimeter, serta lima kamera high definition. Ada juga sistem cerdas untuk membantu pengemudi berkendara, seperti lane keep, parkir otomatis satu tombol, dan pengereman darurat.
Geely membekali mobil dengan kamera 360 derajat dan tampilan 180 derajat untuk sisi samping, belakang, dan depan. Tujuannya untuk menghilangkan blind spot.
Bagaimana dengan mesin. Icon mengusung mesin empat silinder turbocharged berkapasitas 1,5 liter. Mobil ini mengusung sistem hybrid dengan tegangan 48 volt. Mobil itu mengusung mesin hybrid yang mesin bensinnya bisa mengeluarkan tenaga 174 HP dan mesin 48 volt berdaya 10 kW. Icon bisa melaju hingga 100 km dalam 7,9 detik.
Harganya bervariasi, mulai dari 115.800 yuan sampai 128.800 yuan (Rp381,81 juta-Rp424,68 juta).
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya