Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: NASA)
Dream - Para astronom yang tergabung dalam kampanye Pale Red Dot yang digagas European Southern Observatory (ESO) mengumumkan penemuan sebuah planet yang mengorbit Proxima Centauri, bintang terdekat dari Bumi --selain Matahari. Mereka menyebut planet ini dengan nama Proxima b.
ESO memulai kampanye Pale Red Dot awal tahun ini dengan tujuan khusus mencari planet yang mengorbit Proxima Centauri yang berjarak hanya 4 tahun cahaya dari Bumi. Menurut ESO, Proxima b ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan masuk dalam zona yang bisa dihuni di bintang Proxima Centauri.
ESO mengatakan, dunia jauh tersebut mengorbit bintangnya yang berwarna merah setiap 11 hari dan memiliki temperatur yang mendukung keberadaan air di atas permukaannya.
Planet berbukit-bukit itu merupakan exoplanet (planet di luar galaksi Bima Sakti) yang paling dekat dengan kita. " Dan mungkin menjadi planet yang bisa dihuni yang paling dekat dengan kita di luar tata surya."
© Dream
Empat tahun lalu, sebuah laporan mengungkapkan adanya sebuah exoplanet mirip Bumi yang mengorbit Alpha Centauri B yang berukuran sedikit lebih kecil dari Matahari.
Tetapi para ahli astronomi belakangan menemukan bahwa planet tersebut terlalu panas untuk mendukung kehidupan atau keberadaan air.
Sedangkan Proxima Centauri memiliki ukuran lebih kecil dan bersuhu lebih rendah dari Matahari, sekitar 28.000 derajat Celcius, namun bisa menciptakan temperatur yang mendukung air menjadi likuid pada permukaannya.
Dari analisis yang dilakukan ESO, Proxima b mengorbit bintang Proxima Centauri dari jarak 7 juta kilometer.
© Dream
Selama enam bulan pada tahun 2016 ini Proxima Centauri terus diamati menggunakan teleskop ESO di La Silla, Chile dan teleskop lainnya di berbagai belahan dunia.
Aktivitas tersebut adalah bagian dari kampanye Pale Red Dot yang diketuai oleh Guillem Anglada-Escudé dari Queen Mary University of London.
Sebuah jurnal dari Nature tentang keadaan planet baru tersebut akan dipublikasikan pada 26 Agustus 2016.
ESO mengatakan penemuan ini akan memacu mereka untuk terus melakukan observasi, baik dengan menggunakan instrumen saat ini maupun teleskop raksasa generasi mendatang.
(Sumber: nature.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya