Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
PM Mahathir Mohamad Dan Presiden Joko Widodo Sholat Jumat (Setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo mengajak Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang tengah berkunjung ke Indonesia, untuk menunaikan ibadah sholat Jumat di majid Masjid Jami' Baitussalam, komplek Istana Bogor.
Kedua presiden tersebut mendatangi masjid di dalam komplek Istana itu menggunakan mobil golf. Sebagaimana kebiasaan menerima tamu negara, Jokowi menyetiri sendiri mobil golf tersebut.
Mengenakan peci, keduanya segera masuk masjid ketika azan berkumandang sekitar pukul 12.13 WIB. Beberapa pejabat yang terlihat dalam rombongan yaitu Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Menaker Hanif Dhakiri.
Sebelum sholat Jumat, Mahathir mengemukakan alasan kunjungannya ke Indonesia. Salah satunya, Malaysia dan Indonesia adalah dua negara yang memiliki hubungan kekeluargaan.
" Bahkan ramai penduduk di Malaysia itu asalnya berasal dari Indonesia termasuk bapak mertua saya," kata Mahathir, dikutip dari setkab.go.id.
Mahathir mengatakan perlunya peningkatan kerja sama antara Malaysia dan Indonesia di segala bidang. Menurut dia, ada sejumlah isu sama yang dihadapi kedua negara.
" Kita menghadapi masalah yang sama, umpamanya ekspor minyak kelapa sawit. Kita diancam oleh Eropa dan perlu bersama-sama melawan mereka," kata Mahathir.
Isu lain yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah masalah pendidikan anak-anak TKI legal di Malaysia. Menurut Mahathir, sudah ada beberapa sekolah Indonesia di Malaysia yang bisa dimanfaatkan anak-anak TKI untuk menimba ilmu.
" Di semenanjung kita sudah adakan beberapa sekolah walaupun tak mencukupi, tetapi di Sabah-Serawak belum ada sekolah Indonesia yang boleh dimasuki oleh anak-anak orang Indonesia yang ada di Sabah dan Serawah. Ini akan kita betulkan," ucap Mahathir.
Selain itu, terdapat niatan untuk membangun fasilitas kereta Malaysia-Indonesia. Fasilitas itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk seluruh ASEAN.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun