Mengintip Layanan Khusus Bus Jemaah Haji Indonesia

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 29 Juni 2018 16:01
Mengintip Layanan Khusus Bus Jemaah Haji Indonesia
Bus yang digunakan rata-rata diproduksi paling lama tahun 2014.

Dream - Ibadah haji akan berlangsung sebentar lagi. Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan sejumlah fasilitas untuk melayani para jemaah haji baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi.

Kasubdit Transportasi Haji Kementerian Agama, Subhan Cholid, menyatakan sudah disiapkan tiga jenis layanan transportasi darat bagi jemaah haji selama di dua Tanah Haram. Pertama, transportasi antarkota Jeddah, Mekah, dan Madinah.

" Tahun ini, seluruh bus transportasi antarkota perhajian sudah ditingkatkan kualitasnya," ujar Subhan, dikutip dari kemenag.go.id, Jumat 29 Juni 2018.

Nantinya, kata Subhan, terdapat enam rute layanan transportasi antarkota. Rute tersebut yaitu dari bandara Madinah ke pemondokan Madinah, Madinah ke Mekah, Jeddah ke Mekah, Mekah ke Jeddah, Mekah ke Madinah, serta pemondokan Madinah ke bandara Madinah.

Keenam rute ini dilayani tujuh perusahaan bus. Sedangkan bus yang digunakan merupakan produksi paling lama 2014. Tujuh perusahaan bus tersebut yaitu Saptco, Rawahel, Rabitat Makkah, Dallah, Al Massah, Al Qaid, dan Hafil.

Layanan jenis kedua adalah bus shalawat. Transportasi ini mengangkut jemaah dari pemondokan menuju Masjidil Haram mulai 2008.

Sebab layanan ini diadakan adalah kala itu, Masjidil Haram sedang dalam masa renovasi dan perluasan. Dampaknya, pemondokan jemaah harus menjauh antara 2 kilometer hingga 15 kilometer, dan sangat mahal jika menyewa gedung dekat Masjidil Haram.

" Karena jauh, harus disediakan bus. Saat itu kami sewa 600 bus dari perusahaan Ummul Qurra, namun belum ada sistem kontrol," kata Subhan.

Pada 2009, layanan bus shalawat diadakan melalui kerja sama dengan Muassasah, dan dengan perusahaan Saptco serta Ummul Qurra di tahun berikutnya.

Untuk tahun ini, bus shalawat dilayani Saptco dan Rawahel. Layanan bus ini juga dapat dimanfaatkan oleh jemaah yang tinggal di pemondokan tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram.

" Awalnya, hanya jemaah yang tinggal di hotel dengan jarak 2.000 meter dari Masjidil Haram yang difasilitasi bus shalawat. Sekarang, jemaah dengan jarak 1.500 meter juga dilayani," ucap Subhan.

Sedangkan jenis layanan transportasi darat ketiga adalah bus Masyair. Layanan ini terbagi atas empat rute yaitu Mekah ke Arafah, Arafah ke Muzdalifah, Muzdalifah ke Mina, dan Mina ke Mekah.

" Transportasi Masyair menjadi tanggung jawab Organda Saudi atau naqabah," ucap Subhan.

(Sah)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie